Tuntut Transparansi Dana Covid, Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Luwu Timur

Sekelompok Mahasiswa menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Luwu Timur, Senin (10/8/2020)

Dana Covid-19 yang dikelola langsung oleh tim gugus Luwu Timur, senilai RP 35 Miliar.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Sekelompok Mahasiswa Luwu Timur, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Luwu Timur, Senin (10/08/2020). Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pemerintah daerah transparansi dalam pengunaan dana covid-19 senilai Rp 35 Miliar.

“Jadi kami minta pembelanjaan anggaran tersebut dibuka di publik kalau perlu di mediakan, berapa anggaran yang sudah dihabiskan selama ini,” Tegas Muhammad Rijal dalam orasinya.

Dana Covid-19 yang dikelola langsung oleh tim gugus Luwu Timur, senilai RP 35 Miliar. Menurut Rijal selaku jendral lapangan sampai saat ini belum data yang pasti terkait pembelajaan selama covid-19, dan  Tim gugus Luwu Timur terkesan tertutup.

Baca juga: Dana Rp35 Miliar Cegah Corona, Angka Positif Kian Bertambah di Luwu Timur

“Kami beri waktu ke pemerintah daerah 1 kali 24 jam, untuk memberikan ke kami data pembelanjaan dana Covid-19 tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan, Rosmini Pandin menjelaskan, bahwa tidak semua anggaran Covid-19 sebesar Rp 35 M itu kami gunakan, yang kami gunakan hanya Rp 130 juta lebih, diperuntukkan bagi kegiatan monitoring, evaluasi dan lain-lain.

Baca juga: 60 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Luwu Timur, Dinkes: Cara Pakai APD Salah

Untuk Puskesmas kata dia sebesar Rp 200 juta per Puskesmas. “Untuk datanya silahkan temui saya, nanti kami berikan secara rinci,” ucap Rosmini ke Demonstran.

Senada pernyataan kedua Kadis tersebut, Kepala BPBD Lutim, Muhammad Zabur membeberkan, dana Covid-19 ini tersimpan di Kas Daerah (Kasda) tidak semua kami tarik, hanya sesuai keperluan.

Baca juga: Dinsos Kesulitan Distribusi Sembako Karena Menunggu Data Dinkes Luwu Timur

Lanjutnya, dana ini terbagi dibeberapa dinas seperti Dinas Kesehatan, Disdagkop-UKM, Dinas Sosial, RSUD I Lagaligo, dan Puskesmas se Lutim.

“Tidak banyak dana ini kami belanjakan, karena banyak bantuan dari luar seperti PT. Vale Indonesia yang menyiapkan alat rapid test, APD dan sebagainya. Bahkan sampai saat ini masih banyak alat rapid test di Vale tersimpan,” tambahnya.

Tak hanya itu, mahasiswa juga menuntut kejelasan terkait kantor camat Wotu sampai saat ini terlihat pengerjaannya terkantung-katung.

Bahkan, Kontrak pengerjaanya sudah berakhir berapa bulan lalu, sampai saat ini berlum juga dipungsikan dikarenkan belum rampung 100 persen. Kantor camat wotu ini diketahui, menghabiskan angggaran daerah senilai Rp 1.3 Miliar. (*)

2 thoughts on “Tuntut Transparansi Dana Covid, Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Luwu Timur

  1. Pingback: Anggota DPRD Sulsel Taqwa Muller Dilaporkan ke Polisi | Newsurban

  2. Pingback: Luwu Timur Masuk Zona Hitam Penyebaran Covid-19 | Newsurban

Leave a Reply