Talkshow, Bupati Adnan: Masa Depan Bangsa Ditentukan Oleh SDM

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menekankan, hal yang perlu dilakukan saat ini adalah mempersiapkan SDM atau generasi muda yang unggul dan memiliki kompetensi.

GOWA, NEWSURBAN.ID – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjelaskan, masa depan suatu daerah atau bangsa itu ditentukan oleh Sumber Daya Manusianya (SDM) saat ini. Olehnya, hal yang perlu dilakukan saat ini adalah mempersiapkan SDM atau generasi muda yang unggul dan memiliki kompetensi.

“Pemuda yang ada hari ini adalah calon-calon penerus pemimpin bangsa yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” ujarnya saat menjadi narasumber pada Talkshow online Ngomongin Kemajuan dengan Tema “SDM Unggul, Kita Ukir Masa Depan Gemilang” yang diselenggarakan oleh Team Melompat Maju, Rabu malam (12/8). Dan dihadiri dua narasumber yakni Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat (2008-2013) dan Maman Suherman yang merupakan seorang penulis dan penggiat literasi Indonesia.

Baca: Pemkab Gowa Siapkan Bantuan Modal Untuk UMKM

Adnan menjelaskan bahwa kekayaan suatu daerah, bangsa dan negara bukan ditentukan karena sumber daya alamnya. Tetapi kekayaan bangsa dan negara ditentukan di manusianya. Banyak negara di dunia tidak memiliki sumber daya alam tetapi dia bisa menjadi negara maju karena SDMnya yang baik.

“Kita lihat negara-negara tetangga kita bagaimana Singapura yang sama sekali tidak memiliki sumber daya alam yang mampu menjadi negara yang maju. Begitupun Malaysia, bahkan kalau kita melihat sejarah yang ada di tahun 1980-an Malaysia datang belajar ke Indonesia tapi sekarang lebih maju dari Indonesia,” jelasnya.

Baca: Pemkab Gowa Serahkan Rumah Dinas Asrama Kodim 1409 di Pallangga

Salah satu yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kompetensi para SDM adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan. “Pendidikan ini harus menjadi perhatian utama Pemerintah dan harus merata di seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Adnan mengatakan dengan sistem pendidikan yang baik, diharapkan para generasi muda betul-betul dapat menguasai sesuai dengan kompetensinya. Sehingga kedepannya para generasi penerus bisa menyesuaikan sesuai dengan perkembangan zaman yang ada.

Menurutnya, di Kabupaten Gowa sendiri bidang menajdi program utama Pemerintah Kabupaten Gowa dan telah menjadikan Gowa sebagai Kabupaten pendidikan. Banyak Program di bidang pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.

“Seperti mengganti kurikulum pada sekolah dasar (SD) yaitu dengan menghilangkan baca tulis dan menghitung pada kelas satu dan dua,” ujarnya.

Baca: Kabupaten Gowa Urutan Ke-4 Dalam Penggunaan Anggaran APBD se-Indonesia

Adnan menjelaskan, pada kelas satu dan dua fokus pada pendidikan karakter adat, budaya, sopan santun, etika dan kebangsaan yang dikemas dalam bentuk permainan.

Karakter penting ditanamkan sejak dini khususnya di usia 0 sampai 8 tahun. Karena ini merupakan masa keemasan bagi anak-anak. Adnan menyebutkan membentuk karakter anak jauh lebih susah dibandingkan dengan membuat anak-anak tahu membaca, menulis dan berhitung.

“Prinsip negara maju mengatakan bahwa lebih baik anak saya tidak tahu berhitung dibandingkan dia tidak tahu yang namanya budaya antri. Artinya lebih baik anak kita tidak tahu tidak tahu membaca, menulis dibandingkan dia tidak tahu yang namanya kebudayaan. Betapa pentingnya karakter seseorang itu dibangun terlebih dahulu baru diajarkan yang namanya calistung,” jelas Adnan.

Baca: Bupati Adnan Usul Pemprov Buat Payung Hukum Penanganan Covid-19 Untuk Seluruh Kabupaten Kota

Selain mengubah kurikulum SD kata Adnan, sejumlah program Kabupaten Gowa di bidang pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM Seperti program Investasi SDM seperempat abad, yaitu pemberian beasiswa kepada siswa-siswi terbaik Kabupaten Gowa untuk kuliah di Universitas ternama di Indonesia.

Kemudian Pendidikan gratis, pembentukan satpol Pendidikan, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yaitu tidak adanya sistim tinggal kelas, serta Iman dan Taqwa (Imtaq) Indonesia.

“Setiap kebijakan harus memprioritaskan yang namanya pendidikan. Inilah yang kami lakukan di wilayah Kabupaten Gowa. Kami berharap mudah-mudahan meskipun indikatornya keberhasilannya lama, 15 sampai dengan 20 tahun tetapi memang ini untuk kita persiapkan bagi anak cucu dan keponakan kita di masa yang akan datang,” harapnya. (ad/*)

Leave a Reply