Kampanye Virtual, KPU Waspadai Serangan Hacker

Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman.

Aksi serangan siber oleh peretas (hacker) berpotensi marak terjadi karena calon kepala daerah bakal lebih sering melakukan kampanye virtual di tengah pandemi virus corona.

JAKATA, NEWSURBAN.ID — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, peretasan bisa saja marak terjadi karena para kandidat akan lebih sering kampanye virtual di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Kemungkinan kampanye kan sedikit turun dan diganti dengan pertemuan-pertemuan digital. Jangankan tahapan pemilu, lah wong kita ini webinar saja, kita ini rakor saja, itu kadang-kadang di tengah aksi kita itu muncul serangan-serangan, gambar-gambar unik dan aneh,” kata Arief di Jakarta, Jumat, (28/8).

Baca Juga: INFO PENTING! KPU Nunukan Terbitkan Pengumuman Pendaftaran Calon Kepala Daerah

Menurut Arief, pihak KPU, Bawaslu, dan Kominfo perlu bekerja sama mengawal pilkada di tengah ancaman tersebut. Sebab menurutnya, serangan siber terhadap penyelenggaraan pemilu kian meningkat setiap tahun.

Arief menilai serangan siber pada 2004-2014 hanya menyasar situs-situs penyelenggara pemilu. Lalu mulai 2014, serangan siber bertambah banyak dan cenderung menyasar pribadi penyelenggara.

Baca Juga: Dilan Daftar KPU pada 4 September, Syarat Dukungan Parpol Terpenuhi

“Kalau sekarang itu sudah nyerang akunnya Arief Budiman di mana ya, email-nya Arief Budiman di mana ya, Whatsapp-nya Arief Budiman nomor berapa ya,” tuturnya.
Lihat juga: Situs lindungihakpilihmu.kpu.go.id Diretas, Data Diklaim Aman

Di kesempatan yang sama, Menkominfo Johnny G. Plate menyambut baik ajakan KPU. Ia berjanji untuk mendukung penyelenggaraan pilkada, terutama di ruang digital.

Baca Juga: Rekomendasi Resmi Golkar Untuk IMUN Diserahkan 31 Agustus

“Saya menyampaikan kesungguhan Kominfo, dukungan Kominfo beserta seluruh jajaran untuk bersama-sama dengan penyelenggara dan ekosistem Pilkada 2020 untuk memastikan kesuksesannya,” ujar Johnny.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar 9 Desember dengan menyerentakkan pilkada di 270 daerah. Tahapan kampanye pilkada kali ini akan berlangsung 71 hari pada 26 September hingga 5 Desember.

Baca Juga: Mantan Calon Wawali Makassar Indira Siap Menangkan Danny-Fatma

(*)

Leave a Reply