Warga Bone Keluhkan Truk Pengangkut Material Tanpa Penutup Bak

Warga Kabupaten Bone mengeluhkan masih banyaknya kendaraan pengangkut material beroperasi tanpa penutup bak. Selain mengotori jalan, warga khawatir memicu kecelakaan di jalan.

BONE, NEWSURBAN.ID – Maraknya truk pengangkut material galian C tanpa penutup dikeluhkan masyarakat Kabupaten Bone. Truk biasanya melintas di Jalan Majang, Jalan Ahmad Yani, Jalan Wajo, dan Jalan Lappawawoi Karaeng Sigeri.

Salah seorang warga Bone, Azran mengaku, sebagai pengendara, dirinya khawatir ketika melihat truk pengangkut material yang tidak menutup bak mobilnya.

“Bukannya kita mau mengurusi atau menghalangi mereka mencari rejeki, tapi setidaknya mereka juga harus melihat situasi dan mengutamakan keselamatan bagi pengendara lainnya,” ujar Azran.

Menurut Azran, setidaknya para sopir truk pengangkut meterial tersebut menutup muatannya dengan terpal atau sejenisnya. “Kalau muatannya tidak ditutup dapat membahayakan pengendara yang ada di belakangnya karena batu itu bisa saja jatuh kapan saja,” keluh Azran.

Azran menambahkan, apabila muatan mobil truk tersebut jatuh dan mencelakai pengendara lainnya, maka siapa yang harus bertanggung jawab.

“Jadi kami mohon pihak instansi yang berwenang segera menindak atau menegur ketika ada hal seperti itu. Jangan sampai ada jatuh korban,” kata warga Jalan Ahmad Yani ini.

BACA



Hal senada dikatakan Yuliani. Warga Jalan Majang ini mengaku pernah terkena pasir muatan truk yang sementara melintas. “Terpaksa saya berhenti dulu karena takut melihatnya. Apa lagi mobil itu melaju kencang. Bisa ji mungkin itu muatannya ditutup pakai terpal,” ungkapnya dengan nada kesal.

Terkait hal ini, salah seorang advokat, Muhammad Ashar Abdullah sekaligus pemerhati sosial angkat bicara. Menurutnya, hal tersebut sudah ada peraturan daerahnya.

“Perdanya sudah jelas dan seharusnya aparat penegak perda saling berkoordinasi dengan pihak terkait segera mengambil perannya. Saya percaya kalau dilaksanakan sedini mungkin, kita bisa meminimalisir kemungkinan adanya kecelakaan yang diakibatkan jatuhnya material muatan,” jelasnya.

Ashar menambahkan, jangan tunggu jatuhnya korban baru bertindak. “Keluhan masyarakat dari berbagai postingan di sosial media sepatutnya diperhatikan dan menjadi atensi buat pemerintah untuk bekerja maksimal melayani masyarakat, salah satunya mengontrol perda ini,” tegas pengacara muda ini. (fn)

 

Leave a Reply