Berkali-kali Langgar Protokol Kecehatan, Mendagri Buka Opsi Diskualifikasi Calon Kepala Daerah

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Opsi diskualifikasi tidak tertutup kemungkinan dilakukan terhadap bakal pasangan calon kepala daerah yang berkali-kali melanggar protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada Serentak tahun 2020.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, tidak menutup kemungkinan bakal calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan didiskualifikasi sebagai peserta Pilkada 2020.

Menurut Tito, aturan itu dapat diatur di dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) atau peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu).

“Bisa saja kita buat aturannya. Kita lihat nanti sampai sejauh mana,” kata Tito di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

BACA



Menurut dia, jika terbukti, imbuh dia, ada kandidat yang melanggar protokol kesehatan berkali-kali, maka status pencalonan kandidat tersebut dapat didiskualifikasi.

“Ini, kan, lagi melakukan sosialisasi yang lebih masif. Kemungkinan membahas adanya aturan diskualifikasi apabila pelanggaran berulang-ulang bisa saja terjadi. Jika diperlukan, sangat mendesak, mengapa tidak,” imbuhnya.

Dia mengatakan, Saat ini, Kemendagri telah meminta KPU agar para calon kepala daerah meneken pakta integritas untuk mencegah pelanggaran protokol kesehatan kembali berulang.

Pakta itu berisi komitmen calon terhadap pilkada yang aman dan damai, sekaligus kepatuhan pada protokol kesehatan.

“Kalau melanggar, ada sanksi hukum aturan. Lalu juga bisa sanksi sosial,” ujar Tito.

Sebelumnya, selama tiga hari masa pendaftaran bakal calon kepala daerah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan adanya 243 pelanggaran protokol kesehatan yang diduga dilakukan oleh bakal calon kepala daerah.

Kemendagri diketahui telah melayangkan teguran kepada 69 kepala daerah petahana hingga Selasa (8/9/2020).

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik mengatakan, kepala daerah yang ditegur terdiri atas 1 gubernur, 35 bupati, 4 wali kota. Kemudian, 25 wakil bupati dan 4 wakil wali kota.

Ia menambahkan, teguran ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease ( Covid-19).

Ia menuturkan, tidak menutup kemungkinan, apresiasi dan teguran ini akan terus bertambah berdasarkan data dan laporan yang masuk ke Kemendagri.

“Sehingga pada tahapan selanjutnya, kepala daerah harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan dan tidak melakukan aktivitas yang memungkinan timbul kerumunan massa,” tutur dia. (*)

2 thoughts on “Berkali-kali Langgar Protokol Kecehatan, Mendagri Buka Opsi Diskualifikasi Calon Kepala Daerah

  1. Pingback: Gubernur Minta Calkada Patuhi Protokol Kesehatan | Newsurban

  2. Pingback: Kemendagri Tegas Tolak Konser Musik dalam Kampanye | Newsurban

Leave a Reply