1 Oktober, Pemkot Palu Terapkan Penegakan Protokol Kesehatan

Penegakan disiplin protokol kesehatan akan diberlakukan Pemerintah Kota Palu mulai 1 Oktober. Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya mencegah penularan kembali virus corona (Covid-19) di wilayah Kota Palu.

PALU, NEWSURBAN.ID — Walikota Palu Hidayat bersama sejumlah pejabat terkait menggelar rapat koordinasi dalam rangka penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di tempat usaha dan di tempat umum dalam wilayah kota palu, di ruang kerja Walikota Palu, Jumat (25/9).

Hadir pada rapat tersebut Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said, Sekkot Palu H Asri, serta perwakilan TNI, dan Polri serta sejumlah kepala OPD di dalam penanganan penegakan hukum protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Rapat tersebut mengacu kepada Perwali No.19 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan pencegahan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Baca Juga: Walikota Palu: Pemeriksaan Orang Keluar Masuk Tetap Diperketat

Walikota Hidayat menekankan agar semua tempat usaha dan tempat umum serta tempat ibadah tetap menjalankan kegiatannya termasuk kegiatan pesta pernikahan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 mulai diberlakukan per 1 Oktober 2020. Hidayat berharap penerapan itu dilakukan secara humanis dan ada kelonggaran selama sepekan.

Hidayat menekankan, bagi pelaku perjalanan antar kabupaten se Sulteng, wajib membawa hasil rapid test yang baru dan hanya berlaku lima hari. Pelaku perjalanan pun pula boleh masuk ke Kota Palu dengan membawa hasil rapid test yang baru.

Baca Juga: Bersua Kawan SMA, Walikota Hidayat Cerita Kisah Sekolah Hingga Kerja Keras Membangun Kota Palu

“Namun jika pelaku perjalanan tidak membawa hasil rapid test maka di pintu penjagaan langsung dirapid oleh pihak swasta dan berbayar,” ujar Hidayat.

Setelah seminggu kelonggaran tersebut, maka pelaku perjalanan dari provinsi lain wajib menyertakan hasil swab yang baru maupun rapid test yang baru. Dan jika tidak membawa maka langsung diminta berbalik arah dan tak diizinkan masuk ke wilayah Kota Palu. Begitu juga pelaku perjalanan lintas kabupaten se Sulteng, wajib membawa hasil rapid test yang baru.

Walikota Palu mengingatkan kembali agar pelaku perjalanan atau warga yang positif Covid-19 tidak boleh isolasi mandiri, namun harus menjalani perawatan di pondok perawatan asrama haji dan pondok perawatan pantoloan atau dirawat di rumah sakit. (yusuf)