Razia Warkop, Warga Bone Kritik Tim Gugus Covid-19

Operasi yustisi di Kabupaten Bone yang dilakukan tim gabungan menuai kritik. Warga protes karena hanya warkop yang selalu jadi sasaran razia.

BONE, NEWSURBAN.ID — Melalui satgas Tim pencegahan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bone menerapkan imbauan atau peringatan kepada suluruh masyarakat Bone untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Warga dianjurkan untuk memakai masker, mencuci tangan, serta selalu menjaga jarak.

Tim Gabungan Satgas Pencegahan Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP juga intens melakukan razia di tempat-tempat perkumpulan dan sejumlah warkop yang ada di pusat Kota Watampone. Hal ini dilakukan Tim Satgas untuk mencegah penularan Covid-19 selama pandemi.

Baca Juga: Cegah Covid-19, Brimob Semprot Disinfektan Sejumlah Masjid di Bone

Seorang warga Bone, A Awan Satya yang tinggal di Jalan Lapatau, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, mengatakan, apapun itu warga akan tetap patuh dan selalu mengikuti imbauan pemerintah. “Tetapi yang tegas dong, jangan setengah-setengah seperti mengenai razia ini masa cuma warkop saja yang didatangi baru disuruh tutup jam 10 malam,” tuturnya pada Minggu malam (4/10).

Di sisi lain tempat-tempat hiburan malam (THM), lanjut dia tidak didatangi, bahkan dibiarkan beroprasi sampai 24 jam. “Di sanakan juga tempatnya orang berkumpul minum dan karaoke harusnya ditutup juga agar tidak terkesan yang namanya pilih kasi,” kata A Awan kesal.

Baca Juga: Gowes Bersama, Batalyon C Pelopor dan BPN Bone Gelar Aksi Sosial

Sementara itu, Kasatpol PP Andi Akbar mengatakan, mengapa kita intes turun melakukan razia kejumlah warkop dan tempat-tempat lain hanya ingin mengimbau pada msyarakat khususnya pemilik warkop agar selalu mematuhi himbauan pemerintah didalam mencegah penularan Virus Covid-19.

“Kita masih memberlakukan aturan lama di mana aturan itu dikelaurkan oleh interuksi Bupati Bone agar tempat-tempat hiburan atau warkop dibatasi. Mengenai sanksi sampai sekarang belum ada sanksi adimistrasi hanya sanksi sosial yang diberikan antara lain push up dan menyanyikan lagu Indonesia Raya,” jelasnya.

Baca Juga: Terkait Proyek Bendung Lalengrie, Warga Berkeras Dibangun Sesuai Proposal

Terkait tempat-tempat hiburan malam yang tidak mematuhi peraturan ini, pihaknya akan turun melakukan pemeriksaan dan memberikan teguran.

“Ketika teguran pertama mereka tidak indahkan, tentunya kami akan melakukan penutupan oleh tempat itu,” tegas Andi Akbar. (fn)

2 thoughts on “Razia Warkop, Warga Bone Kritik Tim Gugus Covid-19

  1. Pingback: Tak Jaga Jarak, Video Naynyi Bareng Forkopimda Bone Dicibir Warga | Newsurban

  2. Pingback: Tak Jaga Jarak, Video Nyanyi Bareng Forkopimda Bone Dicibir Warga | Newsurban

Leave a Reply