DPRD Sulsel Minta Hentikan Sementara Proyek Pembangunan Bendung Lalengrie Bone

Anggota DPRD Sulsel turun ke lokasi meninjau kisruh proyek Bendung Lalengrie, Kabupaten Bone. DPRD Sulsel pun meminta kontraktor untuk menghentikan sementara proses pembangunan.

BONE, NEWSURBAN.ID — Rombongan Anggota DPRD Sulsel turun mengecel proyek Bendung Lalengria, Bone. Proyek itu mandek akibat ditutup warga hingga saat ini karena tidak sesuai dengan titik lokasi di proposal.

Warga menutup proyek yang berada di Desa Ujung Lamuru Kecematan Lappariaja Kabupaten Bone itu ditutup warga karena lokasi pembangunannya dipindahkan titiknya tanpa sepengetahuan warga.

Baca Juga: Terkait Proyek Bendung Lalengrie, Warga Berkeras Dibangun Sesuai Proposal

Ketua Komisi D Bidang pembangunan Jhon Rende Mangontan menerangkan, pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahtaraan masyarakat dari hasil pertanian tapi kenyataannya ini tidak maksimal sehingga ada protes dari masyarakat.

Dia menjelaskan, pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari segi pertanian. Menurutnya, bendung ini bisa meningkatkan hasil pertanian yang tadinya cuma bisa produksi 1 kali jadi bisa 2 atau 3 kali produksi.

“Tetapi kenyataan, mungkin pembangunan ini tidak maksimal sehingga ada protes dari masyarakat. Protes masyarakat ini kami bawa ke rapat dengar pendapat di Provinsi dan hari ini kami turun dan melihat dari dekat apa yang menjadi persoalan. Setelah kami melihat langsung persoalan ini kami menyuruh Kontraktor untuk istirahat dulu agar masyarakat bisa mengumpulkan data serta dari pihak PUPR juga mengumpulkan datanya setelah itu kita akan diskusikan kembali minggu depan di Makassar,” kata Jhon Rende Mangaton.

Baca Juga: Tidak Sesuai Titik, Warga Minta Pembangunan Bendungan dan Jaringan Irigasi Dihentikan

Di tempat terpisah Zakir Sabara H Wata selaku putra daerah dan tokoh pemuda Desa Ujung Lamuru yang berprofesi sebagai dosen sekaligus Dekan di FTI UMI, menegaskan tuntutan masyarakat telah didengarkan oleh Anggota DPRD Sulsel. Pembangunan ini akan dikembalikan ke titik semula.

“Jadi yang pertama itu tuntutan masyarakat telah di dengarkan oleh anggota dewan agar bisa dikembalikan ke titik awal, dan yang kedua pembangunan yang terjadi sekarang betul-betul tidak ada manfaatnya buat masyarakat dan bisa dibuktikan di lapangan bahwa janji seribu hektar dialiri air tidak sampai tiga hektar yang bisa di aliri air kalau pembangunan yang sekarang ini di lanjut dan ini pembangunan betul-betul sia-sia karana tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Zakir Sabara. (fn)

Leave a Reply