GTKHNK 35+ Sampaikan Dua Tuntutan ke Pemkab Gowa

Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ Gowa menemui Penjabat Sementara Bupati Gowa untuk menyampaikan beberapa tuntutan dari hasil Musyawarah Nasional yang digelar di Jakarta.

GOWA, NEWSURBAN.ID – Perwakilan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ (GTKHNK 35+) Kabupaten Gowa temui Penjabat Sementara Bupati Gowa, Andi Aslam Patonangi dan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Salam. Tujuan tersebut untuk menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berkenaan dari hasil Musyawarah Nasional yang digelar di Jakarta pada bulan Februari yang lalu.

“Jadi ada dua tuntutan yang ingin kami sampaikan pertama, meminta Pemerintah Kab Gowa mempertimbangkan pengangkatan para tenaga guru honorer 35 tahun ke atas agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan keputusan Kepres dan yang kedua, membayar gaji guru honorer dan tenaga kependidikan dibawah usia 35 tahun dari APBN dengan dibayar setiap bulan,” ungkap Ketua GTKHNK 35+ Kabupaten Gowa, Hasbullah, dalam pertemuannya di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (20/10).

Baca juga: Pjs Bupati Gowa Hadiri Musrenbang RPJMD Pemprov Sulsel

Hasbullah juga meminta surat rekomendasi dukungan terkait pengangkatan tenaga guru honorer tanpa tes dari bapak Penjabat Sementara Bupati Gowa.

“Alhamdulillah respon beliau sangat baik, semoga surat rekomendasi tersebut cepat kami terima sehingga dari empat surat rekomendasi yang kami butuhkan segera bisa rampung,” pintanya.

Diketahui saat ini pihak GTKHNK 35+ telah mendapatkan tiga surat rekomendasi yakni, dari Ketua PGRI Gowa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa serta Ketua DPRD Kabupaten Gowa.

Baca juga: Dies Natalis, Pj Sekda Gowa Sebut, Fakultas Teknik Menjadi Modal Besar

Menanggapi hal tersebut Andi Aslam Paronangi menyampaikan bahwa terlebih dahulu kita harus mengetahui proporsi dari kewenangan pemerintah Kabupaten. Apalagi terkait rekrutmen itu kewenangannya ada di pemerintah pusat.

“Pada prinsipnya kita harus melihat aturan dan kalau memang ada kenapa tidak karena memang kita butuh. Informasi dari Kadis Pendidikan melihat dari rasio kebutuhan tenaga guru di Gowa itu sekitar 14 ribu orang lebih, ternyata yang ada sekarang tenaga guru di Kabupaten Gowa saat ini hanya 52 persen dari jumlah yang kita butuhkan saat ini,” jelasnya.

Sedangkan terkait surat rekomendasi, Pjs Bupati Gowa akan dikaji dan beliau telah menjanjikan agar secepatnya rekomendasi tersebut bisa selesai, ini juga telah disampaikan kepada Kepala BKPSDM Kabupaten Gowa, Muh Basir yang hadir dalam kegiatan tersebut. (ad)