Terciduk Melanggar Perwali 51/2020, Satpol PP Tutup Paksa Holywings Bar Makassar

Kedapatan melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar Nomor 51 Tahun 2020, Pemkot Makassar melalui Satpol PP menutup paksa Holywings Bar.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Satpol PP Kota Makassar menggelar operasi yustisi masker di tiga tempat hiburan malam (THM). Yakni, Zona Cafe di Jl Ujung Pandang, Cafe One Up Kitchen dan Bar Jl Pattimura, dan Cafe Holywings Bar & Grill Makassar Jl Metro Tanjung Bunga.

Kordinator Tim Operasi Yustisi, Irwan, kepada wartawan di lokasi operasi yustisi mengatakan, pihaknya menemukan masih banyak pelanggaran di THM.

“Di Zona Cafe kami tidak mememukan apa-apa karena kami datang terlalu cepat pengunjungnya belum datang, sementara di Cafe One Up Kitchen dan Bar kami mendapat ada pengunjung yang tidak memakai masker sehingga kami langsung memberi peringatan tegas kepada pemilik THM tersebut,” katanya Sabtu malam, (24/10) di Tanjung Pantai Losari.

Pada hari yang sama di Holywings Bar Makassar yang merupakan THM yang baru-baru buka itu langsung ditutup paksa untuk malam itu oleh Petugas Operasi Yustisi lantaran dinilai melanggar protokol kesetahan.

Di Holywings, petugas menemukan para pengunjung tidak menjaga jarak, melepas masker, dan ada diskotik, DJ. Kemudian petugas datang dan menghentikannya lalu membubarkan paksa para pengunjung yang ada di tempat.

Selain ditutup paksa, demi mewaspadai penyebaran Covid-19 lima orang pekerja Holywings langsung di-rapid test di tempat itu juga oleh petugas yang memakai pakaian berstandar Covid-19. Hasilnya semua non-reaktif.

“Holywings tidak mematuhi protokol sehingga terpaksa kami menutup dan membubarkan paksa malam ini karena ini betul-betul melanggar Perwali No. 51,” jelasnya.

Melihat sikap tegas petugas, Hendra selaku Pengelolah Holywings tak bisa berbuat apa-apa. Dia mengakui kesalahannya. “Kami belum memaksimalkan, maka dari itu kami akan perbaiki untuk menjalankan protokol kesehatan,” tuturnya.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Makassar, Imam Hud, dikutip Trotoar menagaskan, sebagai pengusaha harus tahu aturan dan pengunjung juga harus patuhi aturan terkait protokol kesehatan.

“Holywings ini tidak menghargai satuan gugus tugas, sudah tahu masa pandemi eh justru buka tempat baru dan melanggar protokol lagi. Kami akan tegasi semua pengusaha yang macam-macam karena hukum tertinggi saat ini adalah kesehatan masyarakat kita. Memangnya pengusaha mau tanggung jawab kalau menimbulkan klaster THM,” tegas dia. (*)

Leave a Reply