Andi Taufiq Aris: DP Hanya Beri 1 Bukti untuk Tutupi “Seribu Janji”

Andi Taufiq Aris, Direktur Mitra Demokrasi Indonesia.

“Mari memilih tanpa berselisih tanpa dibeli, pilihlah kandidat dengan cerdas dan bijak pada Pilwalkot Makassar 2020. Jangan lagi memilih kandidat yang suka bohong, hanya bisa menebar jargon keberhasilan yang nyatanya kosong,” ujar Direktur Mitra Demokrasi Indonesia (MDI), Andi Taufiq Aris.

MAKASSAR, NEWSURBAN. ID — Direktur Mitra Demokrasi Indonesia (MDI), Andi Taufiq Aris, mengajak masyarakat Kota Makassar memilih figur terbaik pada Pilwalkot 2020 mendatang. Pilih kandidat yang punya komitmen dan program yang konkret bukan yang mengutamakan sensasi tapi lupa substansi. Jangan lagi mengulang kesalahan dengan memilih kandidat yang suka bohong dan programnya mengawang-awang tanpa orientasi yang jelas.

“Mari memilih tanpa berselisih tanpa dibeli, pilihlah kandidat dengan cerdas dan bijak pada Pilwalkot Makassar 2020. Jangan lagi memilih kandidat yang suka bohong, hanya bisa menebar jargon keberhasilan yang nyatanya kosong,” ujar Ata sapaan akrab Andi Taufiq Aris, Kamis (5/11/2020).

Taufiq mengaku bila ingin Makassar maju dan berkembang, masyarakat harus memilih sosok pemimpin yang punga visi jelas dan bisa menunaikan janji-janjinya.

Baca Juga: Bukan Lagi Danny, Warga Bitowa Urunan Bangun Posko Pemenangan Appi-Rahman

Bukan seperti wali kota terdahulu, Danny Pomanto (DP), lanjut Taufiq, hanya mengumbar janji program yang kebanyakan gagal dipenuhi. Ia pun menganalogikan DP yang kembali ingin menjabat dua periode hanya mampu memenuhi satu janji untuk menutupi 1.000 janjinya kepada masyarakat.

Di mata Taufiq, DP yang berlatar belakang arsitek pun hanya mampu berandai-andai agar terlihat pandai. Program yang digagasnya tanpa orientasi yang jelas. Tidak heran bila hampir seluruh programnya gagal terealisasi. Kalau pun berhasil diwujudkan, tidak mampu memberikan dampak signifkan untuk masyarakat.

“Ya kita harus bicara jujur, programnya mengawang-awang dan minim orientasi. Termasuk program Salat Subuh di Anjungan Losari, itu tidak akan menghasilkan kebiasaan untuk masyarakat dan orientasinya tidak jelas,” ucapnya.

Belum lagi sederet program DP lainnya yang gagal dan sudah menjadi rahasia umum. Di antaranya yakni pete-pete smart, TPA Antang, halte kapsul, apartemen lorong, gendang dua, pengadaan pohon ketapang dan masih banyak lagi. Tidak sedikit di antaranya bahkan berpotensi ada pelanggaran pidana di dalamnya dan sudah dilaporkan ke penegak hukum.

“Kita bicara objektif, wali kota sebelumnya itu lebih banyak programnya yang gagal dibandingkan berhasil. Tidak ada pembangunan monumental atau landmark yang ditinggalkan. Ya untuk apa diberi kesempatan lagi kalau sudah gagal, kan lebih baik kesempatan kepada figur lain yang punya program konkret dan memberi harapan untuk Makassar kembali berjaya,” tukasnya. (*)

Leave a Reply