Dukung Pembelajaran Daring, DILAN Siapkan WiFi dan Laptop di Tiap RT

Program pembelajaran daring, DILAN direspons baik warga. Program itu antara lain menyediakan WiFi dan Laptop di tiap RT.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN), menaruh atensi besar terhadap sektor pendidikan, terlebih di masa pandemi Covid-19. Olehnya itu, pasangan doktor dan dokter tersebut menggagas program laptop gratis untuk setiap rumah tangga yang memiliki anak sekolah.

Program laptop gratis pertama kali disampaikan DILAN saat debat publik sesi pertama Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, akhir pekan lalu. Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, mengungkapkan pengadaan laptop untuk setiap rumah tangga yang memiliki anak sekolah merupakan upaya mendukung sistem pembelajaran daring di masa pandemi korona.

Ia juga mengungkapkan program laptop gratis itu pun melengkapi program DILAN lainnya yang terkait, seperti internet atau WiFi gratis di setiap RT. Nah, bila program-program DILAN itu terealisasi, maka tidak ada lagi alasan kendala pembelajaran daring. Musababnya, pemerintah menyediakan laptop dan internet gratis.

Baca Juga: Adhy Basto: DILAN Pemimpin Sombere’ dan Mudah Diajak Nongkrong

“Dalam program Macca (Makassar Cerdas dan Ceria), kita canangkan WiFi gratis di setiap RT dan untuk menyempurnakannya dalam mendukung pembelajaran daring, kita juga gagas program laptop di setiap rumah tangga yang punya anak sekolah. Tujuan dari program itu muaranya peningkatan mutu pendidikan serta pemerataan akses dan kualitas pendidikan,” ujar dia, Rabu (11/11).

Menurut Deng Ical, soal pendidikan tidak boleh ada tawar menawar, meski diakuinya butuh biaya besar. Bila kelak diberi amanah memimpin Makassar, yang paling utama akan direalisasikannya adalah amanat undang-undang agar alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD. Selama ini, diketahui anggaran pendidikan terkadang tidak menjadi prioritas dan tidak sampai 20% dari dana daerah.

“Tidak boleh setengah hati atau main-main dalam membenahi sektor pendidikan. Itu karena pendidikan ini ibaratnya investasi untuk SDM kita ke depan. Makanya, selain pemenuhan anggaran 20%, bila kelak diberi amanah memimpin Makassar, maka kita akan gandeng swasta atau perusahaan untuk peduli dengan sektor pendidikan,” tukasnya. (*)

Leave a Reply