Korda BPNT Bone Sebut E-Warong Bisa Memilih, Tidak Ada Paksaan

Kabar intervensi terhadap sejumlah e-Warong dalam penyaluran bansos, dibantah Koordinator Daerah, Akhiruddin.

BONE, NEWSURBAN.ID — Sejumlah agen e-Warong sebelumnya mengaku diintervensi untuk mengambil barang ke suplier tertentu mereka juga mengaku diancam akan dilaporkan dan dicabut keagenannya jika menolak.

Bahkan baru-baru ini beredar kabar jika oknum TKSK dan Korda Akhiruddin diduga melakukan hal yang disebutkan dan menerima sejumlah uang dari suplier.

Kabar itu dibantah tegas Akhiruddin. “Itu tidak benar saya tidak pernah melakukan hal seperti itu justru sayalah selalu menyampaikan ke agen agar jangan dipaksa terserah agen yang mau ikut suplier yang ada SK atau tidak, kan sudah ada surat perjanjian kerja sama yang disiapkan. Kalau agen tidak mau kerjasama ya tidak ada masalah jangan dipaksakan,” tegasnya pada Rabu 18 November 2020.

Koordinator Program Bantuan Sembako atau BPNT Akhiruddin lebih jauh menjelaskan dan menyebut,tidak ada aturan yang mengharuskan pengadaan komoditas sembako E-warong harus dari perusahaan tertentu sebab dalam Pedum 2020,sangat jelas telah tertuang.

“Kalaupun ada suplier yang mengaku dapat SK itu hanya kebijakan tapi dalam menawarkan barang tetap tidak boleh memaksa. Terserah agen E-warong mau ambil atau tidak tak ada masalah, yang penting jangan dipaksa. Saya juga enggan mencampuri terkait bagaimana para suplier tersebut menyalurkan barangnya intinya tetap mengacu ke Pedum saja,” tutup Akhiruddin. (fan)

Leave a Reply