Dewan Minta Anggaran Mobdin PU Bone Dialihkan Untuk Jembatan Pakkasalo

“Di situ (Jembatan Pakkasalo, red) sudah pernah ada korban anak kecil saat berangkat sekolah. Seyogyanya anggaran mobil PU dialihkan ke sana. Jangan sampai ada korban jiwa lagi di sana. Saya mohon puang Baso selaku Bupati Bone, ini dipertimbangkan.” Indra Jaya, Wakil Ketua III DPRD Bone.

BONE, NEWSURBAN.ID — Rapat Pembahasan APBD 2021 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bone Sulsel, Kamis (19/11/20) malam, berlangsung alot. Rapat ini dipimpin langsung Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan.

Sejumlah Anggota Banggar silih berganti menyuarakan dan berkeras agar masing-masing aspirasi masyarakat di dapilnya diterima.

Salah satu Anggota Banggar yang juga Wakil Ketua III DPRD Bone dari Fraksi Demokrat, Indra Jaya mengatakan, terkait jembatan penghubung antara Desa Pakkasalo dan Desa Malluse Tasi, diprioritaskan.

“Di situ sudah pernah ada jatuh korban anak kecil saat berangkat sekolah. Seyogyanya anggaran mobil di PU dialihkan ke sana, jangan sampai ada korban jiwa lagi di sana. Saya mohon puang Baso selaku Bupati Bone, ini dipertimbangkan,” pinta Indra.

Menurut Indra, anggaran mobil Skylift yang diusulkan Dinas PU tidaklah urgen dibandingkan perbaikan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Meskipun penganggarannya bisa dilakukan oleh provinsi, namun kewenangan itu bisa saja diintervensi oleh daerah karena kebutuhan.

“Saya hanya butuh jembatan ini diperhatikan, tahan dulu ini Rp200 juta, mau apa itu PU pemeliharaan mobil sampai ratusan juta jangan,” ujar Indra Jaya.

Demikian juga Anggota Banggar lainnya, Andi Purnamasari Amier mengatakan, khusus untuk Desa Teamalala Kecamatan Ulaweng, masyarakat di sana sangat membutuhkan pengaspalan jalan dan memang sudah layak untuk diaspal karena salah satu desa mendapatakan prestasi di ajang nasional “Kampung KB”.

“Mohon kiranya TAPD agar diusulkan itu, karena kalau saya mau egois kenapa bukan di tanah kelahiran saya, di situ ada juga kampung yang tidak pernah tersentuh pengaspalan jalan di Dusun Lappa Diawo, Desa Taddang Palie Kecamatan Ulaweng tapi itu bukan prioritas pertama saya,” tegas Andi Purnamasari.

Sementara itu, Kabid Anggaran selaku TAPD, Andi Iqbal Walinono, menjawab dan mengatakan, tidak bisa serta merta menyetujui keinginan Indra Jaya karena harus juga mempertimbangkan kebutuhan SKPD.

“Kami akan minta ini dijadikan risalah rapat dan akan kami masukkan dalam rancangan APBD. Tanggung jawab kami memperhatikan kinerja SKPD, karena buat apa ditugaskan sebagai TAPD kalau tidak memperhatikan kinerja SKPD. Bukan kami tidak mengakomodir keinginan wakil ketua, tapi penting juga SKPD ditunjang dengan fasilitas, sarana, dan prasarana,” terang Andi Iqbal Walinono.

TAPD sendiri dihadapkan pada 2 pilihan, apakah menganggarkan pembelian mobil Skylift baru untuk Dinas PU yang nilainya mencapai 1 miliar rupiah atau menganggarkan biaya pemeliharan mobil Skylift yang ada saat ini sebesar Rp180 juta per tahun. (fan)

Leave a Reply