Dianggap Melanggar Aturan Kampanye, Damai Dilapor ke Bawaslu Nunukan

Video kampanye diduga tim Damai viral gegara menyebut-nyebut institusi negara dan ada suara keras bernada ancaman kepada warga jika Damai kalah di Pemilihan Bupati Nunukan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Situasi Politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak 2020 dihebohkan dengan sebuah akun facebook bernama Suri Andi membuat yang menyebarkan Video viral di media sosial.

Seorang perempuan mengacungkan dua jari dan mengancam warga dengan menyebut-nyebut lembaga negara Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Video yang tersebar luas di facebook ini, terdengar ada kata-kata ancaman. Video itu terlebih dahulu terlihat perempuan berhijab warna hitam dan biru memakai kacamata. Salah satunya memakai penutup kepala warna coklat muda.

Kedua perempuan ini menghadap ke kamera dengan mengacungkan tangan dua jari. Namun perempuan pakai hijab warna hitam dan penutup kepala warna coklat muda ini mengucapkan “kita ganti bupati, perahu baru, kita ganti”. Sambil berjalan mengangkat dua jari kembali mengucapkan “kita ganti bupati perahu baru”.

Saat mendekati kerumunan warga di mana terlihat di depan rumah warga itu, suara perempuan yang sama masih terdengar dengan melontarkan ancaman kepada warga dengan kata-kata “jangan kamu turun di BP3TKI kalau kalah di sini akan ku blacklist kau. Pokoknya om jangan memang. Ewako” dengan suara bernada keras.

Ketua LSM Panjiku, Muhammad Mansur Rincing pada Selasa, 17 Nopember 2020 menyatakan tim relawan paslon Bupati-Wakil Bupati Nunukan Damai telah melanggar aturan karena menyebut-nyebut lembaga negara yakni BP2MI dalam politik praktis hingga mengancam warga saat melakukan kampanye.

Video yang viral sejak dua hari lalu itu, kata dia, juga akan mengecek kembali apakah benar jadwal kampanye dari paslon Damai pada hari kejadian. Dikhawatirkan, blusukan yang dilakukan paslon ini tidak terjadwal di KPU Nunukan.

Sekaitan dengan video ini juga, Mansyur Rincing akhirnya melapor ke Bawaslu Nunukan hingga sampai Gakumdu Perihal ancaman dan melibatkan lembaga negara dalam melakukan kampanye.

“Saya sudah melaporkan ke Bawaslu Nunukan soal ini dan mau mengecek juga jadwal kampanye jangan-jangan tidak sesuai jadwal,” ungkap Mansyur. (ar)

Leave a Reply