Kuasai Tema, Deng Ical dan Fadli Ananda Santai Hadapi Debat Seri II

“Tak ada persiapan khusus, apalagi tema debat publik yang kedua ini selalu kita bahas dalam sosialisasi dan kampanye. Satu yang pasti, DILAN akan berupaya melanjutkan permorfa positif sebelumnya dan tampil lebih baik lagi di debat publik kedua,” kata Dokter Fadli.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda, tidak melakukan persiapan khusus menghadapi Debat Publik Seri II di Jakarta, Selasa (24/11) mendatang. Paslon nomor urut 3 itu bahkan lebih santai dan tanpa beban karena sudah menguasai tema debat nanti.

Tema debat seri II mengangkat perihal reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi. Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, mengungkapkan pihaknya tidak perlu belajar, apalagi melakukan persiapan khusus karena tema debat sesuai visi misi dan program DILAN.

“Tak ada persiapan khusus, apalagi tema debat publik yang kedua ini selalu kita bahas dalam sosialisasi dan kampanye. Satu yang pasti, DILAN akan berupaya melanjutkan permorfa positif sebelumnya dan tampil lebih baik lagi di debat publik kedua,” kata dia, Minggu (22/11).

Kader Muhammadiyah itu mengimbuhkan tema debat publik seri II malah menguntungkan DILAN. Musababnya, pihaknya bisa mengeksplore dan memperkenalkan lebih jauh mengenia visi misi dan programnya yang sesuai dengan tema.

Soal reformasi birokrasi misalnya, DILAN punya program Birokrasi DILAN. Dalam program itu, pihaknya akan menjadikan Sekretaris Daerah semacam CEO Birokrasi dalam artian positif. Selain itu, juga ada program Klinik Pelatihan Orientasi Pelayanan atau K-POP.

Sedangkan, terkait pelayanan publik, Deng Ical mengungkapkan program DILAN lebih luas lagi dan menyentuh seluruh sektor. Bahkan, pihaknya mencanangkan pelayanan publik berupaya layanan home service guna memudahkan masyarakat.

Terakhir soal ekonomi dan penataan kawasan, mantan Wawali Makassar itu pun telah menyiapkan solusi atas persoalan kesemrawutan tata kota. Salah satunya melalui pembentukan kawasan Mandiri, dimana pembangunan kelurahan dan kecamatan akan berbasiskan karakteristik dan potensi wilayah.

“Ya sebenarnya kita tidak sabar hadapi debat publik kedua nanti, itu karena ini kesempatan bagi DILAN untuk mengeksplore dan memperkenalkan program-program kami untuk masyarakat,” tutupnya. (*)

Leave a Reply