Pengurus PGRI Sebatik Barat Gelar Aksi Kemanusiaan dan Pameran Karya Siswa

Memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, PGRI Sebatik Barat menggelar bakti sosial berupa aksi kemanusiaan donor darah, bagi-bagi sembako, dan pameran karya siswa.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin, yang mewakili Plt Bupati Nunukan H Faridil Murad mengucapkan selamat Hari Guru Nasional (HGN) dan selamat memperingati hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada segenap guru tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, khusus di wilayah Kabupaten Nunukan.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan HUT PGRI ke 75 Tahun 2020 yang diselenggarakan pengurus PGRI Sebatik Barat di SMKN Sebatik Barat dengan protokol kesehatan, Rabu (25/11/20).

Dengan tema “Kreativitas Dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju” PGRI Sebatik Barat mengadakan berbagai acara diantara adalah Real Action, Donor Darah, Bantuan Sembako kepada Orang Tua siswa siswi yg kurang mampu, Tali Asih, Percetakan KTA PGRI, dan Pembuatan Akte Lahir, dan pameran karya siswa siswi SMKN Sebatik Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yang ditutup pada puncak acaranya pada Rabu, (25/11).

Tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H Junaidi, Ketua PGRI Kabupaten Nunukan Abdul Wahid, Plt Camat Sebatik Barat, Danramil Sebatik, Kapolsek Sebatik Barat, Kepala UPT PPD Sebatik Barat, Kepala UPT PPD Sebatik, Kepala UPT Puskesmas Sebatik Barat, Kepala Kantor Urusan Agama Sebatik Barat, Danpos Bambangan Satgas Pamtas Yonif 623 BWU, Danpos marinir Bambangan, Danpos marinir tembaring, Babinsa Sebatik Barat, Komandan PMK Sebatik barat, Kepala desa Kecamatan Sebatik Barat, ketua PGRI Kabupaten Nunukan beserta rombongan, Pengawas SD, SMP dan SMK, Kepala sekolah PAUD, TK, SD SMP dan SMK di lingkungan Kecamatan Sebatik barat, Guru dan tenaga kependidikan PAUD,TK, SD, SMP, dan SMK di lingkungan Kecamatan Sebatik Barat, serta tamu undangan.

Plt Bupati Nunukan dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin, mengatakan saat ini dunia sedang diperhadapkan pada revolusi industri 4.0 dan terus meningkat menuju yang lebih tinggi lagi tantangan peningkatan sumber daya manusia tidak lagi dapat terhindarkan, mau tidak mau bagi para penyelenggara pendidikan hal ini adalah tantangan tersendiri. Menjadi harapan bersama dengan tantangan yang ada ini menjadikan kita terus berbenah, bergerak menuju kemajuan yang nyata di bidang pendidikan.

Tidak hanya itu. Menurut Amin di hari ulang tahun PGRI dan Hari Guru Nasional HGN pada tahun 2020 ini di usia yang ke-75 tahun tentunya ini menjadi momen yang tepat bagi untuk bersyukur sekaligus juga mengevaluasi diri atas capaian-capaian kinerja.

“Kita harus bersyukur bahwasa hingga saat ini memasuki usia yang ke 75 tahun PGRI telah mampu menjadi organisasi yang mampu mewadahi aspirasi para tenaga pendidik dan kependidikan yang menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan pendidikan di negeri ini. Menjadi momen untuk evaluasi diri juga haruslah kita lakukan karena dengan evaluasi inilah PGRI akan mampu menjadi organisasi yang dapat terus berkembang dan semakin berkualitas menjalankan tugas dan fungsinya,” tuturnya.

Pemerintah daerah sendiri hingga saat ini terus berupaya untuk dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan sebagai sebuah komitmen Pemerintah terhadap bidang pelayanan dasar kepada masyarakat. Selain peningkatan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan, dan kualitas sumber daya manusia juga tidak diabaikan, sehingga hal ini juga menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

Namun demikian segala adanya dan upaya yang dilakukan pemerintah tidaklah dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak.

Oleh karena itu Amin berharap kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat menyukseskan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Terlebih di masa Pendemi covid-19 yang merebak di seluruh wilayah Indonesia bahkan seluruh dunia ini di mana pembatasan-pembatasan dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19. Termasuk juga interaksi belajar tatap muka di sekolah juga terhenti yang digantikan dengan sistem online.

“Hal ini juga tentunya menuntut kemampuan segenap tenaga pengajar untuk bisa tetap memberikan yang terbaik bagi para siswa dan siswi kualitas yang sama antara sistem belajar tatap muka dan daring, tentunya menjadi pertaruhan dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini memastikan anak didik merdeka dalam belajar di masa pendamai covid-19 ini,” pintanya.

Peningkatan kualitas pembelajaran ini, lanjut Amin bukan hanya menjadi tanggung jawab anak didik dan guru saja namun perlu keterlibatan dan kerjasama yang baik dari orang tua yang mendampingi anak-anaknya di rumah.

“Oleh karena itu di hari jadi PGRI yang ke 75 ini kiranya dapat menjadi pemacu bagi kita semua untuk membangun kesadaran bersama dalam mewujudkan kemerdekaan belajar di masa Pendem ini terkait dengan rangkaian acara yang telah diselenggarakan oleh PGRI kecamatan Sebatik barat. Saya menyambut baik dan mengapresiasi karena hal ini menunjukkan semangat yang tinggi dari segenap pengurus dan anggota PGRI untuk terus berkarya bersatu senantiasa mengabdikan diri di ladang pendidikan,” tutupnya. (hms/adi)

Leave a Reply