Elektabilitas Sudah Unggul, Jubir Appi-Rahman: Berkat Kerja Elektoral dan Keinginan Rakyat

“Danny-Fatma pada awal Oktober masih berada di 38,6% lalu turun hingga 33,2% pada pertengahan November ini sementara Appi-Rahman terus menanjak dari 25,1% menjadi 33,6% mengungguli Danny-Fatma.” Fadli Noor.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Di atas kertas, Appi-Rahman mempunyai peluang besar menangkan Pilkada 2020. Hal tersebut terbukti sejak Agustus hingga November trend elekatibilitas pasangan berjargon Makassar Bangkit itu terus naik signifikan mengungguli tiga rivalnya.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Roda Tiga Konsultan, Appi-Rahman berhasil menyalip kompetitornya dengan raihan 33,6 persen, sementara paslon berjargon ADAMA berada di angka 33,2 persen. Atau terpaut 0,4 persen.

Urutan ketiga ditempati pasangan DILAN yakni 10,7 persen dan Irman-Zunnun di posisi buncit dengan perolehan 3,8 persen.

Dari hasil survei cepat yang dilaksanakan pada 14-16 November ini, Fadli Noor, Juru Bicara Appi-Rahman meyakini kemenangan Appi-Rahman sudah di depan mata.

“Danny-Fatma pada awal Oktober masih berada di 38,6% lalu turun hingga 33,2% pada pertengahan November ini sementara Appi-Rahman terus menanjak dari 25,1% menjadi 33,6% mengungguli Danny-Fatma,” kata Fadli, Rabu (2/12/2020).

Ketua PSI Sulsel itu menilai, angka tersebut selaras dengan upaya-upaya elektoral yang ditempuh melalui blusukan baik bersama kandidat maupun tanpa kandidat.

Olehnya, Fadli Noor berharap tim untuk tetap militan disisa waktu kampanye dan kedepankan sikap humanis.

Periode Oktober hingga November, Appi-Rahman menurunkan ribuan relawan untuk menyasar wilayah-wilayah pemukiman untuk meyakinkan pemilih agar memilih Appi-Rahman.

“Kami juga meyakini pengaruh dua kali debat kandidat yang menunjukkan keunggulan Appi-Rahman menguasai panggung debat dibanding kandidat lainnya,” ucapnya.

Selain itu, tegas Fadli, pelibatan pembunuh bayaran oleh pendukung Danny-Fatma untuk menikam pendukung Appi-Rahman pada debat perdana di Jakarta tentu mempengaruhi masyarakat yang menginginkan pilkada damai.

Masyarakat tentu khawatir keterlibatan preman dalam pilkada akan berujung keterlibatan mereka mengintimidasi rakyat jika dukungannya menang pilkada.

“Hasil survei ini membuat kami meyakini bahwa semua upaya elektoral yang selama ini dilakukan telah berada di jalur yang benar dan masyarakat nampaknya memang membutuhkan pemimpin baru,” jelasnya. (*)

Leave a Reply