Di Mata Akademisi, Program Bapak Angkat dan Kartu Lansia DILAN Tepat Atasi Kemiskinan

“Sederet program DILAN itu menuntaskan akar persoalan pengentasan kemiskinan di Kota Makassar.” Akademisi Universitas Muhammadiyah, Ismail.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN), memaparkan sejumlah program dalam mengatasi kemiskinan pada Debat Publik Jilid III di Jakarta, Jumat (4/12). Mulai dari program Bapak Angkat hingga Kartu Lansia.

Deng Ical-sapaan akrabnya, mengungkapkan sebelum menjalankan seluruh program pengentasan kemiskinan tersebut, yang paling mendesak untuk diselesaikan adalah big data atau unifikasi data. Nah, perampungan big data tersebut menjadi pondasi dalam program pengentasan kemiskinan.

“Kami ingin sampaikan bahwa program 100 hari DILAN adalah big data itu diselesaikan dulu,” ujar dia.

Program ini mendapat apresiasi penuh dari akademisi Universitas Muhammadiyah, Ismail. “Sederet program DILAN itu menuntaskan akar persoalan pengentasan kemiskinan,” terangnya.

Bila sudah ada big data, menurut alumni Pascasarjana UNM ini, akan menjamin seluruh program pengentasan kemiskinan dapat diwujudkan secara tepat sasaran. Selama ini, harus diakui, pemerintah tidak punya data konkret soal penduduk miskin, termasuk difabel yang membutuhkan uluran bantuan pemerintah.

Kondisi itu berdampak pada penyaluran bantuan pemerintah kerap kali tidak tepat sasaran. Deng Ical menyampaikan sudah menjadi hal yang biasa didengar, ada orang miskin yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. “Sebaliknya, orang mampu malah menerima bantuan. Nah, semua itu karena tidak adanya big data,” tegas mantan tenaga pengajar Indonesia untuk Uzbekistan ini.

Adapun dalam big data DILAN, tidak cuma mengumpulkan data penduduk miskin, tapi juga difabel, pengangguran, industri rumah tangga, pemuda yang butuh modal, dan data lain yang dibutuhkan untuk melakukan intervensi kebijakan.

Lebih jauh, Deng Ical menambahkan sederet program pengentasan kemiskinan DILAN, antara lain yakni Bapak Angkat dan Kartu Lansia. Khusus untuk Bapak Angkat menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak panti asuhan dan anak difabel. Bila DILAN terpilih, mereka kelak akan dibiayai oleh pejabat.

“Semua pejabat (di Pemkot Makassar) akan ambil, misalnya untuk eselon IV ambil satu, lalu eselon III ambil tiga dan eselon II ambil 10. Sisanya akan diselesaikan oleh wali kota, wakil wali kota dan sekretaris kota. Juga akan dilibatkan pejabat dari BUMD, BUMN dan TNI-Polri,” terangnya.

Selanjutnya, untuk program Kartu Lansia, Deng Ical menyebut seperti namanya akan menyasar orang tua lanjut usia yang tidak punya pekerjaan maupun anak yang dapat membiayai hidupnya. “Kita pastikan itu mereka (lansia miskin-red) dijamin kehidupannya oleh pemkot,” tutup dia. (*)

Leave a Reply