Operasi Yustisi Kota Palu, Tim Terpadu Beri Sanksi Sejumlah Pelanggar

Tim Terpadu dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Kota Palu memberi sanksi bagi pelanggar. Mulai dari sanksi sosial berupa menyapu jalan hingga sanksi wajib beli masker bagi pelanggar.

PALU, NEWSURBAN.ID — Tim Yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan kembali melaksanakan giat di sejumlah tempat keramaian seperti di cafe hingga kerumuman warga. Tim fokus melakukan penegakan terhadap warga yang tidak menggenakan masker. Mereka langsung diberi sanksi berupa pembelian masker lima buah dan diserahkan kepada tim yustisi.

Operasi Yustisi yang dilaksanakan pada Sabtu malam 05-12-2020 dilaksanakan di the coffee nokilalaki dengan mengimbau kepada pemilik cafe agar tetap mengingatkan kepada pengunjung cafe untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Operasi lalu dilanjutkan ke lokasi jembatan Lalove di jalan Anoa 2 Palu Selatan. Dalam operasi yang dipimpin Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Palu, Murni SH banyak memdapatkan warga yang tidak taat protokol kesehatan seperti lalai tidak menggunakan masker.

BACA



Saat itu warga yang kedapatan langsung ditindak dan diberi sanksi membeli masker lima buah lalu data dirinya dicatat. Selanjutnya di toko serba 35 ribu di jalan Emmy Saelan dimana didapatkan pelanggaran oleh pemilik toko yang tidak menggunakan thermogun kepada setiap pengunjung, lalu kurangnya imbauan untuk menggunakan masker lalu tempat cuci tangan hanya menyediakan air namun tak ada sabun.

Sehingga diberi sanksi peringatan pertama untuk memenuhi semua protokol kesehatan dan jika selama sepekan tidak memenuhi aturan tersebut maka langsung diberi sanksi kedua berupa pembelian masker satu dos dan tak hanya itu saja akan dilakukan penutupan sementara tempat usaha selama lima hari.

Namun jika tetap melanggar lagi maka akan dikenakan sanksi tegas dengan penutupan tempat usaha tanpa batas waktu. (ysf)

One thought on “Operasi Yustisi Kota Palu, Tim Terpadu Beri Sanksi Sejumlah Pelanggar

  1. Pingback: 73 Warga Palu Diberi Sanksi Sosial | Newsurban

Leave a Reply