Tolak Golput di Pilkada Lutim, Mahasiswa Cantik Ini Rela Pulang Kampung

Devi Lupiyanti, Mahasiswa Luwu Timur kuliah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)

“Ingat, pada 9 Desember 2020 bagi masyarakat Luwu Timur yang punya hak Pilih untuk memilih salah satu kandidat nantinya. Pilih pemimpin sesuai hati nurani dan mempunyai program visi-misi yang akan memprbaiki daerah ini, tak ada kata Golput,” pesan Devi Lupianti  salah satu Mahasiswa Luwu Timur kuliah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Pemilihan Kepala Dearah (Pilkada) secara serentak 9 Desember 2020, tinggal menghitung hari. Pilkada kali ini, semua golongan mengambil perannya masing-masing, tak terkecuali kalangan Mahasiswa.

Salah satu Mahasiswa Luwu Timur kuliah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) rela pulang kampung halamannya hanya untuk memberikan hak pilihnya di Pilkada Luwu Timur 2020.

Devi Lupianti namanya tinggal di Kecamatan Kalaena, Luwu Timur, mengatakan pilkada sebagai bentuk kesempatan menyalurkan hak suara untuk memilih pemimpin dianggap dapat membangun daerah lebih maju.

Baca juga: Ini Harapan Milenial Cantik dari Tomoni untuk Pilkada Lutim

“Inilah salah satu bentuk partisipasi dalam demokrasi untuk memberikan hak pilihnya untuk menentukan nasib daerah Luwu Timur 5 tahun kedapannya,” ujar Devi masih menjalani perkulihan semester lima ini, Minggu (7/12/2020).

Ia pun menyarankan dalam momentum Pilkada ini, kepada tim atau relawan masing-masing kandidat untuk tidak melakukan tindakan tindakan yang dapat merusak tatanan demokrasi di Luwu Timur nantinya.

“Seperti melakukan tindakan black campaing, menyebar fitnah atau menyebarkan hoaks dan melakukan money politik. Ketika Pilkada nantinya berjalan aman, sejuk dan bermartabak akan menghasilkan pemimpin yang baik yang kita harapkan bersama,” ungkap anak kedua dari dua orang bersaudara ini.

Baca juga: Bawaslu Lutim Sosialisasi Netralitas ASN dalam Pilkada 2020

Selain itu, Devi pun mengajak masyarakat luwu timur mengedepankan asas kekeluargaan dalam pilkada ini. Dan tidak melakukan tindakan kebencian atas beda pilih satu sama lainnya di Pilkada Luwu Timur ini.

“Saya hanya menyampaikan kepada masyarakat bahwa beda pilihan dalam demokrasi itu biasa saja, dan sah-sah saja. Jangan sampai beda pilihan hubungan perteman, keluarga dan bahkan tetangga rumah tidak lagi harmonis atas beda pilihan nantinya,” turut Devi berkelahiran tanggal 11 Oktober 2000.

“Kami hanya butuh Pilkada pada 9 Desember mendatang dengan damai dan tentram. Ketika Pilkada di gelar secara damai akan menjadi warisan anak muda Luwu Timur kelak,” sambungnya.

Tak sampai disitu, Devi mengingatkan bagi masyarakat, pemuda dan mahasiswa di Luwu Timur yang mempunyai hak pilihnya untuk ke TPS yang sudah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Ingat, pada 9 Desember 2020 bagi masyarakat Luwu Timur yang punya hak Pilih untuk memilih salah satu kandidat nantinya. Pilih pemimpin sesuai hati nurani dan mempunyai program visi-misi yang akan memprbaiki daerah ini, tak ada kata Golput,” pesanya.

Di Pilkada Luwu Timur kali ini hanya ada dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Muhammad Thorig Husler-Budiman dan Irwan Bachri Syam-Andi Muh Rio Patiwiri Hatta (*)

Leave a Reply