Tolak Tambang Bonto Cani, Mahasiswa Bersama Warga Bone Demo

Mahasiswa bersama warga berunjuk rasa menolak pertambang yang ada di Bonto Cani, Kabupaten Bone.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Puluhan mahasiswa bersamaa masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bone melakukan aksi demonstrasi di flyover Makassar, Senin 14/12/202). Mereka menolak tambang yang ada di Kecamatan Bonto Cani Kabupaten Bone, Sulsel.

Aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat Bone ini membawa spanduk bertuliskan “Cabut Izin PT Emporium Bukit Marmer dan Hentikan Pertambangan Bontocani, Selamatkan Tanah Kelahiran Kami”.

Jenderal lapangan Andi Suriadi, saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp, mengatakan, bahwa masuknya perusahaan PT Emporium Bukit Marmer di Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone, membuat masyarakat resah akibat ancaman dari kerusakan lingkungan yang akan terjadi di Desa Bulu Sirua dan Desa Bonto Jai yang merupakan lokasi pertambangan,

“Saat ini pertambangan telah memasuki tahap eksplorasi namun pihak Perusahaan belum pernah melakukan konsultasi publik yang bermakna,” tuturnya.

Adanya pertambangan yang dilakukan akan menebang pohon-pohon yang ada disekitarnya, hal ini akan mengancam terjadinya longsor, banjir, kekeringan, dan ekosistem yang hidup di daerah tersebut akan berpindah tempat atau bahkan mati.

“Selain itu timbulnya gangguan berupa polusi udara, pencemaran air oleh bahan-bahan yang beracun, terganggunya keamanan dan kesehatan masyarakat, kebisingan dan juga rusaknya jalan akibat sering dilewati oleh kendaraan bermuatan besar,” tutur Jendlap ini.

Lebih jauh Andi Suriadi menjelaskan, pencemaran air yang akan berdampak langsung pada lahan pertanian masyarakat, terkhusus di Desa Langi, Desa Bontojai Desa Bulusirua dan Desa Sanrego yang berada didua Kecamatan tersebut,yaitu Kecamatan Bontocani dan Kecamatan Kahu.

“Di mana sungai itu merupakan hulu aliran air (Sungai Walanae) yang sampai di bendungan Sanrego sebagai penampung air untuk menghidupi sumber persawahan yang ada di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.

“Masyarakat di Desa Langi memiliki lahan perkebunan cabai, persawahan, dan tambak yang menjadikan air sungai sebagai tumpuannya, dan Desa Sanrego memiliki juga lahan persawahan. Hal ini mengancam kerugian ekonomi masyarakat yang akan terdampak dari limbah pertambanagan. Ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah sebagai pemangku kebijakan,” ungkap Andi Suriadi.

Adapun tuntutan mereka dalam aksi demonstrasi ini,meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk mencabut izin TAU IUP PT Emporium Bukit Marmer dan segera menghentikan aktivitas tambang yang ada diDaerah tersebut.

Mereka juga mengecam Pemda yang memberi izin Perusahaan tersebut yang diduga ilegal dimana lokasi tersebut tidak terdapat RT RW yang juga akan merusak potensi cagar budaya Kabupaten Bone. (fan)

One thought on “Tolak Tambang Bonto Cani, Mahasiswa Bersama Warga Bone Demo

  1. Pingback: Tolak Tambang Bontocani Tertulis di Tembok Rumah Bupati Bone, Lilo Ap: Itu Bukan Kami | Newsurban

Leave a Reply