Waspada! VUI-202012/01, Varian Baru Corona Virus Asal Inggris Lebih Dahsyat

Varian baru Covid-19 muncul di Inggris. Beberapa pakar kesehatan mengatakan, varian baru corona Inggris yang dikenal dengan nama VUI – 202012/01. Penularannya dilaporkan lebih dahsyat dari Covid-19.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Kemunculan VUI – 202012/01, varian baru virus corona di Inggris diklaim pemerintah setempat karena melonjaknya kasus Covid-19 setiap harinya. Karena itu, Inggris memberlakukan pengetatan lockdown dan protokol kesehatan, pun banyak negara menolak kedatangan orang Inggris.

Sekarang, mari kita cari tahu dari mana nama varian baru Covid-19 itu muncul. Menurut laporan Huffpost, VUI – 202012/01 adalah singkatan dari Variant Under Investigation pertama pada Desember 2020.

Baca Juga: Waspada Gelombang Baru COVID-19, Arab Saudi Tutup Penerbangan Internasional

Nah, VUI – 202012/01 ini adalah versi baru SARS-CoV2 penyebab Covid-19 yang mengalami beberapa perubahan genetik, yang biasa dikenal dengan mutasi. Ketika virus bermutasi, maka beberapa virus memiliki karakteristik virus yang berbeda dan kemampaunnya menginfeksi manusia pun biasanya berbeda, pada kasus VUI – 202012/01, virus ini jadi lebih kuat dari sebelumnya.

Bukan hal aneh sebetulnya suatu virus bermutasi. Fakta ilmiah mengatakan bahwa ada sekitar satu hingga dua mutasi SARS-CoV2 per bulan yang berarti, kata Covid-19 Genomics UK Consortium, ribuan mutasi sudah terjadi pada virus penyebab Covid-19 sejak pertama kali ditemukan pada 2019. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun selalu mendapat laporan mengenai mutasi ini.

Baca Juga: Gubernur Nurdin Abdullah Minta Kepala Daerah Larang Warganya ke Makassar Bertahun Baru

Lebih lanjut, menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah varian baru Covid-19 ini menimbulkan gejala yang berbeda atau sama saja?

“Sejauh yang kami tahu, varian baru ini tidak menyebabkan gejala baru atau berbeda dari Covid-19 yaitu demam, batuk terus-menerus, dan hilangnya kemampuan untuk mencium bau atau mengecap rasa,” kata Matt Hancock, sekretaris kesehatan Inggris.

Dr Susan Hopkins, Penasihat Medis Bersama Test and Trace dan PHE, mengingatkan orang-orang bahwa cara terbaik untuk menghentikan infeksi adalah dengan berpegang pada protokol kesehatan yaitu cuci tangan, kenakan masker dengan benar, dan jaga jarak dari orang lain.

Baca Juga: Operasi Lilin, Nurdin Abdullah: Tidak Ada Izin Keramaian Tahun Baru

Hal menarik lainnya yang dipertanyakan masyarakat adalah apakah vaksin Covid-19 tetap efektif pada VUI – 202012/01?

“Sangat tidak mungkin vaksin tidak akan bekerja dengan varian baru ini,” tegas Hancock, meskipun saat ini sedang dikaji. Dia mengatakan, semua orang akan tahu lebih banyak informasi mengenai pertanyaan ini dalam beberapa minggu mendatang karena varian baru sedang dikultur di laboratorium dan tengah diuji.

Baca Juga: Sanksi Tegas Menanti Kafe dan Resto yang Buka Melewati Jam 7 Malam

Menjadi catatan di sini adalah penting bagi para ilmuwan untuk memantau bagaimana virus bermutasi, karena dapat memengaruhi keefektifan vaksin, tingkat keparahan penyakit, penularan virus (seberapa mudah menyebar), dan juga keefektifan pengobatan, seperti obat antiviral.

“Varian virus baru sedang diselidiki di laboratorium Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) untuk menentukan apakah virus itu menunjukkan peningkatan infektivitas, dan apakah virus baru ini berperilaku berbeda dalam menanggapi antibodi dari orang yang pernah terinfeksi atau telah divaksinasi – ini akan memakan waktu sekitar 14 hari,” tambahnya.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Larang Warga Daerah ke Makassar Merayakan Tahun Baru

Sementara itu, Profesor Tom Solomon, Direktur Unit Riset Perlindungan Kesehatan NIHR di Emerging and Zoonotic Infections University of Liverpool, mengatakan bahwa hanya karena ada sedikit perubahan dalam susunan genetik virus, ini tidak berarti vaksin tak berfungsi pada varian baru.

“Pengalaman kami dari virus serupa sebelumnya menunjukkan bahwa vaksin akan tetap efektif meskipun ada sedikit perubahan genetik,” tegasnya.

Lalu, Dr Zania Stamataki, ahli imunologi virus di University of Birmingham, menambahkan bahwa jika vaksin Covid-19 memang perlu diubah, itu tidak akan menjadi upaya besar untuk memperbarui vaksin baru bila diperlukan di masa depan. “Tahun ini telah terjadi kemajuan yang signifikan untuk membangun infrastruktur agar kita dapat mengikuti virus corona ini,” katanya. (#)