SYL Minta KPK Terus Awasi Anggaran di Kementan

Menteri Per­tanian, Syahrul Yasin Limpo, berharap agar Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK) terus mengawasi seluruh program di lembaga pembina sektor perta­nian tersebut.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Menteri Per­tanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pengawasan seluruh program di Kementan, tujuannya agar pemanfaatan anggaran tidak di luar jalur serta tercapainya transparansi pada setiap pelak­sanaan kebijakan Kementan.

“Kami berharap KPK selalu memberikan arahan kepada jajaran di Kementan agar se­luruh program yang ada da­pat dilaksanakan sesuai target yang telah ditetapkan,” ung­kap Mentan, di Jakarta, Selasa (22/12).

Baca Juga: KPK dan Kejagung Didesak Usut Laporan Dugaan Korupsi Mentan SYL

Dia menambahkan pihaknya menghendaki semua kegiatan selalu berdasarkan pada SOP (Standar Operasional Prose­dur), yang mana kegiatannya taat pada ketentuan Perundang-undangan dan tidak korupsi.

“Di sisi lain, kami juga membuka aspirasi masyarakat, seperti membangun Whistle Blowing System (WBS), dan saluran aspirasi lain yang di­kembangkan oleh unit kerja di lingkup Kementan,” tambah Syahrul.

Baca Juga: Hari Anti Korupsi se Dunia, Pemkot Makassar Raih Penghargaan KPK

Semua sistem itu paparnya sengaja dibuat agar mampu mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kinerja program kegiatan dan layanan, sekali­gus untuk mendekatkan layan­an pertanian yang bersih, be­bas dari pungli dan gratifikasi.

Sebagaimana diketahui, anggaran Kementan tahun de­pan mencapai 21,83 trilliun ru­piah, meningkat 50 persen dari tahun 2020. Lembaga yang di­pimpin Syahrul itu masuk da­lam 10 lembaga negara dengan anggaran terbesar pada tahun 2021.

Baca Juga: KPK Percayakan Nurdin Abdullah Berikan Perspektif Soal Pemberantasan Korupsi

Deputi Pengawasan Inter­nal dan Pengaduan Masyara­kat KPK, Herry Muryanto akhir pekan lalu mengatakan, pen­cegahan korupsi wajib dilaku­kan mengingat tantangan ke depan diperkirakan jauh lebih sulit, terutama dalam memba­ngun perkembangan kemaju­an Indonesia khususnya pada sektor pertanian.

Apalagi, kata Herry, ang­garan yang diberikan negara memiliki nilai yang cukup be­sar dan harus dipergunakan sebaik mungkin untuk meng­akomodir kepentingan masya­rakat.

“Godaan pasti banyak dari semua sisi. Oleh karena itu saya setuju dengan perkataan pak Menteri (Syahrul) bahwa inilah momentum kita untuk bisa meningkatkan kesadaran tindakan anti korupsi,” kata Herry.

Baca Juga: Jaksa Agung Sebut Dua Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Menurut Herry, banyaknya pejabat negara yang terjerat korupsi lebih disebabkan ka­rena tidak bisa menahan go­daan yang terus terjadi setiap detiknya. Padahal tidak sedi­kit juga banyak prestasi bagus yang diraihnya, tetapi semua sirna karena tidak bisa mena­han godaan.

“Saya sangat berharap hal tersebut tidak terjadi di Ke­mentan dan saya juga menilai transparansi yang dilakukan di sini sangat baik sekali,” kata­nya. (*)

Leave a Reply