Kontraksi Makin Dalam, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Direvisi Jadi Minus 2,9 Persen

“Keseluruhan outlook pada kuartal IV ini minus 2,9 persen hingga minus 0,9 persen.” Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Pemerintah kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2020 menjadi sekitar minus 2,9 persen hingga minus 0,9 persen.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal akhir bisa mendekati 0 persen.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga: Sektor Pariwisata Harus Bangkit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 diperkirakan akan masih minus karena konsumsi rumah tangga yang masih melemah akibat pandemi corona. Dia menyebut, kemungkinan konsumsi rumah tangga akan minus 3,6 persen hingga minus 2,6 persen.

“Keseluruhan outlook pada kuartal IV ini minus 2,9 persen hingga minus 0,9 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA November 2020 secara virtual, awal pekan ini.

Dia menyebutkan, masih tertekannya konsumsi rumah tangga terjadi akibat adanya pembatasan sosial yang kembali diterapkan.

Baca Juga: Presiden Nilai Ekonomi Sulsel Masih Baik

Menurut Sri Mulyani, pembatasan sosial yang diketatkan lagi ini membuat penyaluran distribusi barang tidak lancar sehingga konsumsi tidak bisa normal seperti prediksi sebelumnya.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini, diperkirakan minus 2,2 persen hingga minus 1,7 persen.

Prediksi ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya di kisaran minus 1,7 persen hingga positif 0,6 persen.

Menkeu memperkirakan konsumsi rumah tangga bakal di akhir tahun akan minus 2,7 persen hingga minus 2,4 persen.

Baca Juga: Outlook Sulsel 2021, Nurdin Abdullah: Fokus Pada Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Sedangkan konsumsi pemerintah pun diperkirakan masih minus di kisaran minus 0,3 persen hingga plus 0,3 persen. Pertumbuhan investasi bakal terkontraksi hingga 4 persen (-4%).

“Hingga akhir bulan ini, ekspor mengalami perbaikan cukup baik sehingga outlook kuartal IV minus 2,6 persen dan bisa mendekati di bawah 0,6 persen. Sementara untuk keseluruhan tahun di minus 6,2 persen hingga negatif 5,7 persen,” katanya.

Baca Juga: Outlook Sulsel 2021, Nurdin Sebut PAD Masih Didominasi Pajak Kendaraan

Sejumlah lembaga ekonomi internasional kata dia, juga terus merevisi target pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia akibat masih dinamisnya penyebaran wabah corona. (#)

Leave a Reply