Nurdin Abdullah: Penting Kami Harus Selalu di Lapangan Merasakan yang Dirasakan Rakyat

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah naik motor cross tinjau desa terpencil di Kabupaten Wajo, Minggu (10/1/2021).

Nurdin Abdullah menyatakan, sebagai pemimpin harus mengetahui betul persoalan apa yang ada di masyarakat dan mencari solusinya, oleh karena itu perlu untuk terjun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat.

WAJO, NEWSURBAN.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah mengakhir roadshow awal tahun ke lima kabupaten kota di Kabupaten Wajo, Minggu, 10 Januari 2021. Di hari terakhir menghadiri rapat sinergi Program 2021 Kabupaten Wajo dan panen raya cabai di Desa Lowa, Kecamatan Tana Sitolo. Kemudian sebelum kembali ke Makassar memantau memantau lewat udara Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terhubung dengan Danau Tempe.

Ada lima daerah yang dikunjungi, yakni Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, Bone dan Wajo. Adapun perjalanan Nurdin diawali di hari pertama di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng.
Di Jeneponto melakkan peninjauan ruas jalan di Desa Kalimporo dan Desa Pallantikan serta rapat koordinasi di Rumah Jabatan Bupati.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Panen Raya Cabai di Wajo

Di Bantaeng Rapat Pemaparan Program Strategis Kabupaten Bantaeng 2021 di Gedung Kartini Bantaeng. Kemudian selanjutnya di Sinjai, tepatnya meninjau jalan beraspal sepanjang 10 kilometer di Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, jalan ini baru diaspal sejak puluhan tahun.

Selanjutnya di Bone, meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Green Epicentrum Watampone serta peletakan batu pertama untuk pembangunan Perpustakaan Bone. Sebagian dari rangkaian kunjungan kerja ke lima daerah, adalah menemui langsung masyarakat dan mendengarkan keluhan mereka. Seperti saat menemui nelayan di tengah aktivitas mereka usai melaut di Pusat Pelelangan Ikan Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Resmikan Jembatan Sungai Watu, Bupati Bone: Dulu Pemerintah Dibully Lantaran Jembatan Ini

Nurdin menyatakan, sebagai pemimpin harus mengetahui betul persoalan apa yang ada di masyarakat dan mencari solusinya, oleh karena itu perlu untuk terjun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Oleh karena itu penting kami harus selalu ada di lapangan. Supaya kita merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Karena kalau saya hanya di kantor, kita tidak tahu bagaimana penderitaan masyarakat, seperti menghadapi akses jalan yang begitu jelek. Tentu akan berpengaruh pada pemasaran hasil-hasil bumi mereka,” kata Nurdin Abdullah di Wajo usai panen raya cabai.

Baca Juga: Vaksinasi di Sulsel, Nurdin Abdullah Divaksin Pertama

Seperti misalnya, kebutuhan masyarajak Wajo akan tanggul untuk kegiatan pertanian dan bercocok tanam sekaligus menyediakan suplai air sepanjang tahun dan mengatasi banjir. Untuk menganalisis kebutuhan masyarakat ia juga menyertakan berbagai balai serta dinas terkait.

“Kalau ini kita tanggul, maka masyarakat di sini sepanjang tahun dapat bercocok tanam kalau ini tidak ditanggul, musim hujan datang, maka semua tanaman ini akan tenggelam maka yang rugi adalah masyarakat. Dan kita juga tidak dapat suplai hasil-hasil bumi,” sebutnya.

Baca Juga: Sambangi Pelelangan Ikan Lonrae, Nurdin Abdullah Dengar Keluhan Nelayan Bone

Sedangkan Bupati Wajo, Amran Mahmud menyebutkan, bersyukur dan berterima kasih dengan kedatangan Gubernur dan rombongan menghadiri berbagai agenda, melihat kondisi real di lapangan serta bertemu warga. Seperti meninjau kondisi jalan rusak sepanjang 6 Km di Desa Lowa.

“Beliau berkenang mengunjungi langsung. Walapun hanya dengan motor trail dapat merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat, seperti kondisi jalan ini. Ini sangat menyentuh kami, bahwa kita betul-betul mendapatkan pemimpin,” ujarnya. (*)

One thought on “Nurdin Abdullah: Penting Kami Harus Selalu di Lapangan Merasakan yang Dirasakan Rakyat

  1. Pingback: Nurdin Abdullah: Sulsel Fokus Penyangga Pangan Nasional dan Produksi Subtitusi Impor | Newsurban

Leave a Reply