Budiman Bupati Lutim? Partai Pengusung Mulai Berebut Jadi Wabup

ILUSTRASI

Dari partai pengusung Paslon Luwu Timur nomor 1 Husler-Budiman ini mulai terasa melakukan konsulidasi untuk menduduki jabatan wakil Bupati Luwu Timur nantinya.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Calon Bupati Luwu Timur Muhammad Thorig meninggal dunia pada Kamis 24 Desember 2020 lalu. Secara otomatis Budiman wakil dari Husler itu akan menjadi Bupati Luwu Timur.

Walapun saat ini KPU Luwu Timur, telah mengumumkan dalam rapat pleno hasil rekapitulasi perolehan suara. Tetapi belum juga ditetapkan secara resmi pasangan kepala daerah terpilih, karena penetapan itu masih ditangguhkan lantaran menunggu surat bebas sengketa dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca juga: Innalillahi, Bupati Luwu Timur Muhammad Thorig Husler Meninggal Dunia

Dari partai pengusung Paslon Luwu Timur nomor 1 Husler-Budiman ini mulai terasa melakukan konsulidasi untuk menduduki jabatan wakil Bupati Luwu Timur nantinya.

Adapun partai pengusung nomor urut 1 yaitu Golkar (7 kursi), Gerindra (4 kursi), PAN (4 kursi), PDIP (3 kursi) Hanura (3 kursi), PKB, PBB dan PKS masing-masing 1 kursi.

Koordinator Bidang Kepartanian Partai Golkar Luwu Timur, Badawi Alwi mengatakan cukup optimis akan mengusung nama kader Golkar untuk menduduki jabatan wakil Bupati.

“Cukup jelas kami akan mendorong nama dari kader golkar menjadi wakil Bupati untuk mendampingi Budiman. Begitu celakanya kami, jika partai golkar tidak mengusulkan nama wakil nantinya. Apalagi Golkar mempunyai kursi terbanyak di DPRD Luwu Timur,” tegas Badawi di konfirmasi via telpon, Rabu (13/01/2020).

Baca juga: Pembahasan Pergantian Ketua DPRD Lutim, Golkar: Kami Masih Berduka!

Badawi mengaku, dari perebutan kursi wakil bupati semua partai pengusung Nomor urut 1 di Pilkada Lutim, sah-sah saja mengusungkan nama untuk dampingi Budiman, dan itu sudah ada aturannya.

“Hanya saja, kami masih menunggu penetapan secara resmi pasangan kepala daerah terpilih dan hingga mendapatkan surat bebas dari MK. Setelah itu, akan dilakukan musyawarah mufakat semua partai pengusung menjadi wakil bupati yang dianggap layak menjadi dampingi Budiman,” ucapnya.

Sementara KPU Lutim Muhammad Abu mengatakan, penetapan calon Bupati Lutim terpilih tinggal menunggu jadwal Mahkamah Konstitusi (MK). “Kita hanya menunggu pengumuman di MK dari tanggal 18 sampai 19, apakah gugatan dilayangkan pelapor di MK itu di register apa tidak? Itu sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 8 tahun 2020 tentang tahapan, kegiatan, Jadwal penanganan perkara perselisihan hasil pemilihan Gubernur Bupati dan Walikota,” ujarnya.

KPU sendiri, kata Abu, sudah siapkan alat bukti yang digugat salah satu calon di MK. “Jika nantinya, gugatan itu di terima oleh MK. KPU sendiri sudah mempersiapkan alat bukti tersebut,” ungkapnya.

Abu juga mengungkapkan, paslon melakukan gugutan itu, terkait pemilih tambahan. “Sesuai dengan laporan atau lokus yang digugat di MK tersebut adalah pemilih tambah yang tidak terdaftar Pemilih Tetap (DPT), tapi dia punya e-KTP yang mempunyai hak pilih sesuai dengan PKPU Nomor 8 Pemilihan Bupati dan wakil Bupati,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam rapat pleno hasil rekapitulasi perolehan suara dilakukan oleh KPU Luwu Timur di Pilkada 2020, Husler-Budiman meraih 86.351 suara. Sementara paslon nomor urut 2, Irwan Bachri Syam-Andi Muh Rio Patiwiri (IBAS-RIO) meraih 77.228 suara. Berdasarkan hasil tersebut Husler-Budiman menang di Pilkada Luwu Timur. (*)

Leave a Reply