Kepala Distan Bone Minta Tindak Tegas Pengecer Pupuk Nakal

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone Sunardi Nurdin berharap pihak Kepolisian menindak tegas oknum yang menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

WATAMPONE, NEWSURBAN.ID — Pasca diamankannya Abidin Bin Ampo Upe, 55 tahun, Warga Gareccing, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulsel, yang diduga melakukan tindak pidana penimbunan atau penjualan pupuk bersubsidi yang juga tidak dilengkapi dengan surat izin usaha membuat Kepala Dinas Pertanain angkat bicara.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone Sunardi Nurdin berharap pihak Kepolisian menindak tegas oknum yang menjual pupuk bersubsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga: Pupuk Subsidi Berkurang Pemerintah Bone Harapkan Pakai Non Subsidi

“Harapan saya ditindak tegas. Ini sudah diproses di Polres Bone,” ujarnya, Rabu (13/1/2021). Hal itu diungkapkan Sunardi Nurdin menyusul diamankannya puluhan zak pupuk bersubsidi yang bakal dijual dengan harga tidak sesuai ketentuan.

Sunardi Nurdin juga menyayangkan adanya oknum yang memperjualbelikan pupuk subsidi yang tidak sesuai RDKK. Sebab kata dia, penyaluran pupuk sekarang sudah berdasarkan sistem. Hal itu diperparah dengan kebutuhan pupuk subsidi lebih besar daripada kuota yang tersedia.

Baca Juga: Praktik Spekulan, Pupuk Bersubsidi Polmas Masuk Bone Dijual di Atas HET

“Ada delapan Distributor di Bone yang membentuk pengecer, dan pengecer itu tidak boleh keluarkan pupuk yang tidak ada dalam RDKK dipegang,” jelas Sunardi Nurdin.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan, Abidin tidak ditahan karena belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Resmikan Jembatan Sungai Watu, Bupati Bone: Dulu Pemerintah Dibully Lantaran Jembatan Ini

“Kita masih memeriksa barang pupuk tersebut dan harus mempunyai ahli serta memerlukan waktu yang lama intinya kita periksa dulu barangnya,” terang Ardy Yusuf.

Diketahui bahwa pada 22 Desember tahun lalu 2020 Abidin diamankan oleh Petugas Kepolisian diduga melakukan penimbunan atau memperjual belikan pupuk bersubsidi Pemerintah kepada saudara Aso Bin Yuddin berjenis NPK Phonska seharga Rp150 ribu dan pupuk ZA seharga Rp120 ribu yang bukan merupakan Produsen Distributor pengecer yang resmi. (fan)

Leave a Reply