Antisipasi Terjadinya Tsunami di Sulbar, Warga Mengungsi Daratan Tinggi

Para pengungsi memanfaatkan bangunan sekolah untuk sementara waktu

“Setelah terjadinya gempa, saya mengungsi bersama keluarga diketinggian. Ketakutannya akan terjadi Tsunami. Ini sesuai pengalaman di Kota Palu. Bilang tidak berpontesi tsunami, ternyata terjadi tsunami,” ungkap Sri Yani, saat Newsurban.id menghubungi pihak via whastApp, Jumat (15/01/2020).

MAMUJU, NEWSURBAN.ID –– Pasca terjadinya gempa di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 02.28 Wita.

Gempa yang berkekuatan Magnitudo 6,2 menguncangkan Kabupaten dan kota di Sulbar itu. Hingga sejumlah bangunan yang kokoh pun ambruk, dan bahkan ada rata tanah.

Gempa tersebut membuat warga sekitar panik, hingga mengungsikan dirinya beserta keluarganya di daratan ketinggian untuk mengatisipasi terjadinya tsunami pasca gempa yang berkuatan 6,2 Skala Richter.

Baca juga: Gempa Berkekuatan 5,9 Magnitudo Guncang Majene Sulbar

“Setelah terjadinya gempa, saya mengungsi bersama keluarga diketinggian. Ketakutannya akan terjadi Tsunami. Ini sesuai pengalaman di Kota Palu. Bilang tidak berpontesi tsunami, ternyata terjadi tsunami,” ungkap Sri Yani, saat Newsurban.id menghubungi pihak via whastApp, Jumat (15/01/2020).

Yani mengaku saat ini dia masih mengalami trauma atas pasca gempa. Bahkan, kata dia, masih belum berani pulang ke rumahnya, lebih sementara waktu mengungsi.

Baca juga: BKMG: Bila Gempa Kuat Guncang Majene Lagi Ada Potenai Tsunami

“Tidak berani masuk dalam rumah, kondisinya retak semua,” ujar Alumni s2 Ilmu Hukum Unhas konsetrasi Hukum Kesehatan ini.

Lanjut Yani, pada saat terjadi gempa dirinya dijatuhi bahan bangunan rumah. “Masih trauma, apalagi semalam dijatuhi bahan bangunan rumah,” tuturnya.

Yani dan keluarganya mengungsi didaratan tinggi sekitar Komplek SMP/SMA Buah Hati Mamuju
Jln Hapati Hasan Mamuju bersama warga sekitar. “Sekitar 300 orang mengungsi tempat ini,” tandasnya. (*)

Leave a Reply