Gempa di Sulbar, 10 Orang Meninggal dan Butuh Tenaga Medis

Hingga saat ini bantuan dari pemerintah pusat belum datang. Namun dia berharap, bantuan segera datang. Khususnya tenaga medis untuk para korban.

MAMUJU, NEWSURBAN.ID — Kadis Info Pemprov Sulbar, Safar mengatakan, setidaknya ada 10 orang meninggal dunia akibat gempa di Majene dan Mamuju, Jumat (15/01/2020). Sampai ini Tim SAR melakukan proses evakuasi korban di dalam bangunan reruntuhan.

“Jumlah korban meninggal masih belum bisa dipastikan. Yang jelas kurang lebih 10 untuk sementara waktu,” katanya.

Korban sampai saat ini, kata Safar, belum bisa diketahui identitas 10 orang yang dilaporkan meninggal itu. Terlebih, listrik padam, jaringan telepon pun terputus.

Baca juga: Diguncang Gempa 6,2 SR, Kantor Gubernur Sulbar Ambruk

“Sementara ini hanya baru laporan masuk (10 meninggal). Kita belum bisa mendeteksi ke situ (identitas), kondisi begini enggak bisa kita mendeteksi,” katanya.

Sampai saat ini masih banyak korban yang terjebak di dalam gedung yang runtuh. “Bangunan ini hancur semua ini,” katanya.

Hingga saat ini bantuan dari pemerintah pusat belum datang. Dia memaklumi karena bencana baru saja terjadi. Namun dia berharap, bantuan segera datang. Khususnya tenaga medis untuk para korban.

Baca juga: Gempa Susulan Magnitudo 6,2 di Sulbar, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

“Mudah-mudahan pemerintah pusat sudah mendapat informasi tadi, dia akan turunin dokter ke sini,” kata Safar.

“Kalau (bantuan) lewat laut, jangan sampai ada beberapa jembatan yang putus diperbatasan-perbatasan,” terang dia.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Majene mengabarkan 4 warganya meninggal dunia dan lebih dari enam ratus menderita luka-luka. BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Baca juga: BMKG: Bila Gempa Kuat Guncang Majene Lagi Ada Potensi Tsunami

“Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 3.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Dia mengungkapkan, BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor Danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene–Mamuju.

Baca juga: Antisipasi Terjadinya Tsunami di Sulbar, Warga Mengungsi Daratan Tinggi

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market.

“Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan,” ujarnya. (*)

Leave a Reply