Gepeng Kian Banyak Resahkan Warga Bone, Kepala Dinsos: Kita Akan Tertibtakan

Banyaknya Gepeng di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan warga, khususnya pelaku usaha seperti pedagang kaki lima (PKL).

WATAMPONE, NEWSURBAN.ID — Gelandangan pengemis (Gepeng) belakangan marak di Kabupaten Bone. Mayoritas Gepeng ini adalah orang-orang yang keterbelakangan mental yang butuh perhatian dinas terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Bone.

Seperti yang terjadi Kamis sore 14/1/2021 di halaman Masjid Agung, Kota Watampone, seorang Gepeng yang memiliki penyakit keterbelakangan mental mengamuk dan membuat warga takut. Mahasiswa yang ada di sekitar lokasi kejadian tersebut berlarian.

Salah satu pelaku usaha di Bone, Hasrianto Ridwan juga mengeluhkan hal ini. Kata dia Gepeng ini, sudah sangat meresahkan.

Baca Juga: Miris, 5.673 Anak di Bone Putus Sekolah

Pasalnya, hampir tiap hari mereka ada di sekitar warkop dia, duduk di tempat pelanggan, bahkan sering mengambil minuman pelanggan.

“Dan saya sudah menghubungi pihak terkait, awalnya saya hubungi Dinas Sosial (Dinsos), tapi pihak Dinsos mengarahkan saya untuk menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes). Setelah saya hubungi Dinkes, saya di arahkan balik hubungi Dinsos, jadi saya bingung,” terang Hasrianto.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone Andi Promal Pawi mengatakan, terkait hal ini akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pendataan.

Baca Juga: Memantik Minat Baca Anak, Relawan Chapter Rumah Dongeng Hadir di Bone

“Perlu diketahui gepeng ini banyak yang berasal dari luar, bukan dari Bone semua. Jadi langkah pertama yang kita ambil melakukan peninjauan di berbagai titik yang mereka datangi,” jelasnya, di Bone, Jumat (15/1/2021).

Andi Promal menambahkan,setelah semuanya sudah dirangkul, akan dilakukanlah pembinaan. “Yang terpenting kami lakukan dulu pendataan, alamat lengkapnya di mana, siapatau kita masih bisa berkoordinasi dengan keluarganya masing-masing. Intinya kami akan berusaha terkait hal ini,” ungkap Andi Promal Pawai. (fan)

Leave a Reply