Gempa Sulbar: 189 orang Luka Berat di Mamuju dan 637 Luka Ringan di Majene

Kondisi Pasca Gempa di Sulbar

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar, masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

MAMUJU, NEWSURBAN.ID — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melaporkan keadaan pasca gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), terdapat 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat.

“189 orang tersebut di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021),” kata Raditya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/01/2021).

Lanjut kata dia, untuk Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan. “Dan kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian,” katanya.

Raditya mengatakan, saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit terdampak juga telah dievakuasi sementara ke RS Lapangan.

Baca juga: Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Akibat Gempa Sulbar

Selain itu, Pusdalops BNPB juga melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 42 orang, dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar, kata Raditya, masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

Baca juga: Diguncang Gempa 6,2 SR, Kantor Gubernur Sulbar Ambruk

“Hingga saat ini, Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam,” ujar Raditya.

“Sedangkan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan,” ucap dia.

Raditya menuturkan, guna mencegah potensi penularan Covid-19 pada lokasi terdampak bencana, Kementerian Kesehatan juga telah mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju dengan menyediakan 25 ambulans, tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi dan logistik berupa masker bedah 50.000 pcs dan masker kain 20.000 pcs.

Baca juga: Update Gempa di Sulbar: Sebanyak 34 Orang Meninggal Dunia

Disisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. “Untuk itu BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan,” kata Raditya.

Menurutnya, mengingat potensi gempa susulan yang dapat memicu adanya longsoran dan runtuhan batu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam.

“Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir juga diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan,” ucap Raditya. (*)

Leave a Reply