Lima Daerah di Sulsel Teregister Sengketa Pilkada di MK

Gedung Mahkamah Konstitusi

Gugatan itu dilakukan ketidakpuasan atas rapat pleno hasil rekapitulasi perolehan suara dilakukan oleh KPU.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Lima Daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK), teregister. Gugatan itu dilakukan ketidakpuasan atas  rapat pleno hasil rekapitulasi perolehan suara dilakukan oleh KPU.

Kelima daerah teregister di MK, dari jumlah 12 kabupaten/kota di Sulsel yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020, yakni Kabupaten Barru, Bulukumba, Pangkep, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Anggota Komisioner KPU Luwu Timur Adam Safar, membenarkan bahwa sudah menerima laporan atas gugatan pemohon di MK. Dari lima kabupaten di Sulsel, kata dia, salah satunya KPU Luwu Timur sebagai termohon.

Baca juga: MK Sudah Terima 21 Pengajuan Sengketa Pilkada, Termasuk Pilbup Bulukumba

“Sudah ada pemberitahun permohonan pemohon sudah teregisterasi di (MK), jadi kami selaku termohon,” ungkapnya, Senin (18/01/2021).

Adam mengaku, sudah menyiapkan berbagai alat bukti yang didalilkan oleh pemohon.”Berapa hari ini KPU Provinsi Sulsel melakukan rapat bagi daerah yang bersengketa untuk menyusun dan menyiapkan matrix serta kronologi yang disengkatan oleh pemohon,” ujarnya.

Baca juga: Catat! Begini Syarat Gugatan Hasil Pilkada ke MK

Kemudian, Adam menjelaskan KPU Sulsel pun meminta daftar alat bukti berbagai tahapan mulai pemutakhiran data pemilih sampai tahapan pemilihan di lakukan oleh KPU.

“Kami sudah siapakan hal itu, tinggal kami akan menyerahkan  semuanya yang didalilkan oleh pemohon di MK,” jelasnya.

Adam juga mengaku, ada 4 pokok permohonan pemohon mendalilkan bahwa Pilkada Kabupaten Luwu Timur telah terjadi pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan masif.

Sebelumnya, gugatan lima daerah di Sulsel dilansir di halaman MK, Rabu (24/12/2020). Untuk Pilkada Kabupaten Bulukumba, yang melakukan gugatan adalah pasangan Askar HL – Arum Spink, dan yang tergugat adalah KPU Kabupaten Bulukumba. Pasangan Askar – Arum Spink memasukkan permohonan perkara pada Kamis (17/12/2020) lalu.

Penggugat kedua yang masuk ke MK yakni Pilkada Kabupaten Pangkep dengan pemohon Rahman Assegaf – Muammar Muhayyang dengan termohon KPU Kabupaten Pangkep. Paslon ini memasukkan gugatan perkara di MK pada Jumat (18/12/2020) lalu.

Sementara itu, penggugat ketiga yang masuk ke MK yakni dari Pilkada Luwu Timur dengan pemohon Irwan Bahri Syam – Andi Rio Patiwiri. Paslon ini memasukkan gugatan ke MK pada Senin (21/12/2020) dengan termohon KPU Luwu Timur.

Sengketa keempat yang masuk ke MK dari Sulawesi Selatan dari Pilkada Luwu Utara, pasangan calon Arsyad Kamar – Andi Sukma melakukan gugatan dengan termohon KPU Luwu Utara. Paslon ini mendaftarkan gugatan ke MK pada Senin (21/12/2020) lalu.

Sementara itu, Pilkada Kabupaten Barru dari tiga paslon bertarung, dua paslon melakukan gugatan ke KPU Barru. Paslon yang menggugat yakni Malkan Amin -A. Salahuddin Rum memasukkan gugatan pada Senin (21/12/2020). Paslon lain yang menggugat KPU Barru yakni Mudassir Hasri Gani – Aksah Kasim, paslon ini juga mendaftarkan gugatan pada Senin (21/12/2020).

Diketahui,  rekap perkara perselisihan hasil Pemilihan Tahun 2020 yang diregistrasi oleh MK RI , yaitu total 132 Perkara dengan pembagian:

a. PHP Gubernur dan Wakil Gubernur, sebanyak 7 perkara;

b. PHP Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sebanyak 13 perkara; dan

c. PHP Bupati dan Wakil Bupati, sebanyak 112 perkara

Sedangkan, 4 permohonan tidak diregistrasi, dikarenakan:

a. 1 permohonan telah dicabut oleh Pemohon dan telah diterbitkan Akta Pembatalan Pengajuan Permohonan Pemohon (AP4), yaitu Kota Magelang (Jateng).

b. 3 permohonan double, yaitu Kab. Kepulauan Aru (Maluku), Kab. Pegunungan Bintang (Papua), dan Kab. Mamberamo Raya (Papua). (*)

2 thoughts on “Lima Daerah di Sulsel Teregister Sengketa Pilkada di MK

  1. Pingback: Putusan MK untuk PSU Dikhawatirkan Memicu Klaster Baru Covid-19 | Newsurban

  2. Pingback: Gugatan Paslon RAMAH ke MK Dianggap “Salah Kamar” | Newsurban

Leave a Reply