Tito Ingatkan KPU dan Bawaslu Tidak Mendiskualifikasi Pemenang Pilkada

Menurut Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, menganulir hasil kemenangan pihak tertentu secara langsung dengan ‘tangan’ penyelenggara pemilu memiliki kerawanan tinggi dari sudut pandang keamanan.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia untuk menyudahi mendiskualifikasi pasangan calon kepala daerah jika pemenang sudah ditetapkan.

“Kalau memang ada diskualifikasi, sebaiknya dilaksanakan sebelum penetapan pasangan calon pemenang. Itu yang kami sampaikan juga ke Pak Abhan (Ketua Bawaslu RI) maupun ke Ketua KPU RI (mantan Ketua KPU RI Arief Budiman). Tanpa bermaksud berpihak,” kata Tito di Senayan, Jakarta, Selasa (20/01/2021).

Baca juga: Gugatan Ibas-Rio Diregister di MK, Agus Melas: Materi Pemohon Biasa Saja

Menurutnya, perilaku menganulir hasil kemenangan pihak tertentu secara langsung dengan ‘tangan’ penyelenggara pemilu memiliki kerawanan tinggi dari sudut pandang keamanan.

Pasangan calon yang sudah menang, tegas Tito, tidak mungkin mau menerima diskualifikasi oleh penyelenggara pemilu tersebut.

“Setelah menang (dilaporkan). Kalau yang dilaporkan yang kalah, mungkin tidak apa-apa. Tapi yang dilaporkan itu yang menang, sehingga seolah menggunakan ‘tangan’ penyelenggara untuk mematahkan kemenangan itu. Dari sudut pandang keamanan, itu rawan,” kata Tito.

Baca juga: Catat! Begini Syarat Gugatan Hasil Pilkada ke MK

Tito mengatakan jika ada pelanggaran pemilu maupun pilkada yang baru dilaporkan kepada penyelenggara setelah pemenang hampir diumumkan oleh KPU RI, sebaiknya diarahkan pengadilannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Itu lebih adem dibanding dipatahkan di situ dengan putusan demikian,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU Lampung memutuskan untuk mendiskualifikasi paslon nomor 3 Pilkada Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana-Deddy Amarullah dengan alasan pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) Pilkada Bandar Lampung 2020.

Baca juga: Lima Daerah di Sulsel Teregister Sengketa Pilkada di MK

Eva Dwiana-Deddy Amarullah sendiri sebelumnya dinyatakan sebagai paslon peraih suara terbanyak, yakni 249.241. Mereka mengalahkan Rycko Menoza-Johan Sulaiman dan Yusuf Kohar-Tulus Purnomo.

Diketahui, rekap perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Tahun 2020, yang diregistrasi oleh MK RI, sebanyak 132 Perkara dibagi atas bagian.

Pertama, PHP Gubernur dan Wakil Gubernur, sebanyak 7 perkara. Kedua, PHP Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sebanyak 13 perkara. Dan Ketiga, PHP Bupati dan Wakil Bupati, sebanyak 112 perkara

Sedangkan permohonan tidak diregistrasi ada 4, yakni 1 permohonan telah dicabut oleh Pemohon dan telah diterbitkan Akta Pembatalan Pengajuan Permohonan Pemohon (AP4), yaitu Kota Magelang (Jateng).

Untuk, 3 permohonan double, yaitu Kab. Kepulauan Aru (Maluku), Kab. Pegunungan Bintang (Papua), dan Kab. Mamberamo Raya (Papua). (*)

One thought on “Tito Ingatkan KPU dan Bawaslu Tidak Mendiskualifikasi Pemenang Pilkada

  1. Pingback: Putusan MK untuk PSU Dikhawatirkan Memicu Klaster Baru Covid-19 | Newsurban

Leave a Reply