BNPB Sebut 5 Desa Sempat Terisolir di Majene Sulbar Sudah Bisa Dilalui

Dalam peninjauan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, melihat bahwa pembukaan jalur yang tertutup timbunan material menggunakan bantuan alat berat mulai membuahkan hasil dan sementara baru dapat dilalui oleh jenis kendaraan roda dua.

MAJENE, NEWSURBAN.ID — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan aksen jalan sempat terputus akibat longsoran material yang menutup jalur menuju lima desa di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya bisa dilalui.

Hal ini dikatakan setelah meninjau langsung lokasi longsor akibat Gempa magnitudo 6,2 Skala Richter menguncang Sulbar terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 02.28 Wita.

Baca juga: Gempa Susulan Magnitudo 6,2 di Sulbar, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Dalam peninjauan tersebut, Doni melihat bahwa pembukaan jalur yang tertutup timbunan material menggunakan bantuan alat berat mulai membuahkan hasil dan sementara baru dapat dilalui oleh jenis kendaraan roda dua.

“Kita tadi lihat sementara ini masih tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, namun sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,” jelas Doni Monardo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/01/2021).

Baca juga: Update Gempa Sulbar: 91 Meninggal Dunia, 3 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Sebelumnya, dari lima desa itu meliputi Desa Kabiraan, Tandealo, Panggalo, Popenga dan Ulumanda sempat terisolir akibat terputusnya jalur menuju desa tersebut.

Berdasarkan kajian sementara, longsor tersebut dipicu oleh adanya aktivitas geologi dan tingginya curah hujan di wilayah tersebut.

Sementara itu, BNPB hingga saat ini terus bekoordinasi dan kepada lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dibantu unsur TNI dan Polri untuk kesegera menyelesaikan pembukaan jalur yang terputus.

Sehingga pengiriman logistik segera dapat dikirimkan dan aktivitas warga dapat kembali pulih seperti sedia kala.

Baca juga: Brimob Sulsel Evakuasi Korban Longsor di Desa Terisolir Majene, 1 KK Masih Tertimbun Material

“Kita mengkoordinasian semua Kementerian/Lembaga dari pusat dan Pemerintah Daerah dibantu TNI dan Polri,” ujar Doni.

“Kita harapkan tempat-tempat yang terisolir dalam waktu yang tidak lama bisa segera diantarkan,” imbuhnya.

Selanjutnya, untuk memberikan dukungan logistik ke desa yang terisolir tersebut, BNPB mengerahkan helikopter untuk menangani tanggap darurat bencana di Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam hal ini BNPB akan mengerahkan satu unit helikopter jenis Chinook yang memiliki kapasitas angkut kurang lebih 10-12 ton dari Makassar menuju Mamuju. Kemudian dari Mamuju daerah lain di Sulbar akan menggunakan beberapa jenis helikopter BNPB lainnya.

“Dari Mamuju menuju Majene dan beberapa tempat lainnya ada beberapa unit helikopter lainnya yang bisa disiagakan,” pungkas Doni. (*)

Leave a Reply