Buka 25 Januari, DPRD Makassar Akan Terapkan Jalur Masuk Satu Pintu

Rencana buka Senin 25 Januari 2021, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar bakal melakukan pengawasan ketat saat kantor kembali dibuka Senin depan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – DPRD Makassar masih menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Kebijakan itu diambul, untuk menghindari terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 di lingkup DPRD kota Makassar.

Karena itu, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar bakal melakukan pengawasan ketat saat kantor kembali dibuka Senin depan.

Baca Juga: Dewan dan Staf DPRD Makassar WFH, Tamu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab

Mengingat, beberapa waktu sebelumnya sejumlah staf dan anggota dewan dinyatakan positif tertular Covid-19. Bahkan, almarhum Zaenal Dg Beta yang duduk di Komisi A DPRD Makassar, juga dinyatakan positif Covid-19.

Untuk mengantisipasi tingkat penyebaran virus mematikan ini, pihak Sekretariat DPRD Makassar meminta kepada satgas Covid untuk melakukan penyemprotan diisfektan di seluruh gedung kantor.

Penyemprotan dilakukan hari Jumat (22/1/2021), mulai dari lantai satu hingga lantai 3, sampai balkon tempat para awak media melakukan peliputan, juga tak luput dari semprotan.

Baca Juga: Sibuk Melantik Pejabat, DPRD Makassar Kritik Pj Walikota

Menurut keteranganKabag Umum Sektetariat DPRD Makassar, Syamsul Syamsuddin, hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi seluruh pejabat di Sekretariat DPRD pada hari Senin (18/1/2021) lalu.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dewan (Sekwan), Andi Bukti Djufrie, secara tegas akan melalukan pengawasan ketat mulai Senin pekan depan.

“Semua akses masuk gedung ditutup. Untuk sementara hanya satu yang terbuka, pintu sisi kanan gedung. Itupun dijaga ketat oleh dua staf secara bergantian,” kata Djufrie, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Dewan Minta Pemkot Makassar Beri Kompensasi Warga Manggala dari Retribusi Sampah

“Staf bertugas memeriksa hasil swab para tamu yang masuk, sembari memegang termogan untuk mengukur suhu tubuh seluruh staf dan tamu yang masuk, termasuk wartawan,” lanjutnya.

Lebih jauh Andi Bukti mengatakan, pihaknya telah meminta sub bagian kepegawaian sekretariat DPRD untuk membuat surat tugas kepada staf yang setiap hari posting di meja piket untuk melakukan tugasnya, memeriksa hasil swab, dan memeriksa suhu tubuh siapapun yang masuk. (#)

Leave a Reply