Ini Alasan Kominfo Batalkan Pemenang Lelang Frekuensi 5G

ILUSTRASI

Kominfo telah menetapkan ada tiga operator seluler yang lolos seleksi lelang frekuensi 2,3 GHz tersebut. Ketiganya adalah Smartfren, Hutchison Tri Indonesia, dan Telkomsel, yang masing-masing menawarkan harga Rp 144.867.000.000.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan penghentian proses seleksi pengguna pita frekuensi 2,3 GHz.

Menurut Kominfo, pemberhentian dilakukannya adanya proses seleksi penggunaan frekuensi 2,3 Ghz ini, karena ingin lebih cermat dan berhati-hati dalam menggunakan spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang terbatas.

“Penghentian proses seleksi tersebut diambil sebagai sebuah langkah kehati-hatian dan kecermatan dari Kementerian Kominfo guna menyelaraskan setiap bagian dari proses seleksi ini dengan ketentuan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2015,” kata Kominfo dalam siaran pers, Sabtu (23/01/2021).

Lelang frekuensi tersebut sebelumnya dilakukan untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler, baik 4G maupun untuk melakukan uji coba 5G di Indonesia.

Bahkan, kominfo telah menetapkan ada tiga operator seluler yang lolos seleksi lelang frekuensi 2,3 GHz tersebut. Ketiganya adalah Smartfren, Hutchison Tri Indonesia, dan Telkomsel, yang masing-masing menawarkan harga Rp 144.867.000.000.

“Proses Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2.360-2.390 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler, yang diumumkan pembukaannya pada tanggal 20 November 2020 dinyatakan dihentikan prosesnya,” tulis Kominfo.

Tim seleksi juga telah menyampaikan surat resmi terkait penghentian proses seleksi kepada penyelenggara jaringan bergerak yang memenangkan lelang. Kominfo juga telah mengembalikan bid bond kepada para pemenang pada Jumat (22/01/2021) kemarin.

Lelang frekuensi 2,3 Ghz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler dimulai sejak November 2020. Pita frekuensi tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk menyelenggarakan jaringan 5G.

Pada 18 Desember, Kominfo mengumumkan Smartfren memenangkan lelang frekuensi 2,3 GHz di blok A, kemudian Tri Hutchison Tri Indonesia di blok B, dan Telkomsel di blok C. Pembagian wilayah masing-masing blok itu dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Telkomsel, sebagai salah satu pihak yang sebelumnya dinyatakan menang tender, mengatakan bahwa pihaknya menghormati segala keputusan yang diambil oleh Kominfo selaku regulator. Mereka juga akan mematuhi semua proses yang ditetapkan.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, akan tetap menjalankan segala strategi pembangunan infrastruktur telekomunikasi Telkomsel dengan memanfaatkan sumber daya frekuensi yang ada.

“Sesuai dengan komitmen Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, kami tetap konsisten melanjutkan peran sebagai digital connectivity enabler dengan melanjutkan roadmap pengembangan jaringan broadband berteknologi terdepan,” kata Setyanto. (*)

Leave a Reply