Seratus Hari Kerja, Danny-Fatma Bersih-bersih Birokrasi dan Audit Penggunaan Anggaran

Walikota dan Wakil Walikota terpilih Mohammad Ramdhan Pomanto bersama Fatmawati Rusdi akan melakukan bersih-bersih birokrasi dengan mengaudit penggunaan anggaran mulai periode Pj Iqbal Suhaeb, Pj Yusran Jusuf, hingga Pj Rudy Djamaluddin. Ini adalah salah satu janji politik Danny-Fatma saat debat kandidat Pilwali Makassar.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) dan Fatmawati Rusdi ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Sabtu (23/01/2021) hasil Pilkada 2020.

Pasangan ini tinggal menunggu jadwal pelantikan. Usai ditetapkan tadi, Danny Pomanto memaparkan agenda 100 hari kerja.

Baca Juga: KPU Tetapkan Danny-Fatma Walikota-Wakil Walikota Makassar

Danny akan mengaudit penggunaan anggaran. Termasuk melakukan penataan atau bersih-bersih birokrasi di lingkup Pemkot Makassar.

Program bersih-bersih birokrasi dan audit penggunaan anggaran, merupakan salah satu janji kampanye pasangan Danny-Fatma yang dipaparkan saat debat kandidat. Danny-Fatma ingin mewujudkan good government and clean government (GCG).

Dua agenda itu harus dia lakukan, sebab banyak program pro rakyat yang dianggapnya terkesan menghilang. “Tidak adaji program khusus karena semua penting. Tapi kalau 100 hari itu membersihkan pemerintah kota. Kita akan audit. Banyak dugaan penyalahgunaan kewenangan dan anggaran,” jelasnya.

Baca Juga: Hasil Survey CRC: Danny-Fatma Unggul 45,9%, Appi-Rahman 35,2%

Danny Pomanto juga akan membentuk tim transisi. Menurut dia, tim transisi ini, untuk menilai kinerja para birokrat selama periodenya berjalan.

“Tim transisi segera kami bentuk. Kita sedang melobi, dan tim transisi ini di luar pemerintahan. Mereka akan menilai satu persatu kondisi tubuh pemerintahan, siapa tau ada birokrat tidak sehat,” ungkapnya.

Baca Juga: Komitmen Wujudkan GGCG, Penggiat Antikorupsi Apresiasi Danny Pomanto

Selain dua program internal itu, Danny Pomanto juga menegaskan, program untuk pembangunan Kota Makassar yang akan dijalankan setelah bersih-bersih birokrasi dan audit, adalah yang sifatnya mendesak sesuai kondisi saat ini.

“Untuk program kita akan lihat konteksnya. Apa yang urgent saat itu. Kalau masih covid (Panemi Covid-10), maka kita akan perkuat hingga membuat covid menghilang di Makassar,” pungkas Danny Pomanto. (*)

One thought on “Seratus Hari Kerja, Danny-Fatma Bersih-bersih Birokrasi dan Audit Penggunaan Anggaran

  1. Pingback: Ketua DPRD: Percepat Pelantikan Walikota Makassar Tak Perlu Tunggu Daerah Lain | Newsurban

Leave a Reply