WNA Malaysia Diamankan Imigrasi, Masuk Indonesia Melalui Jalan Tikus

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal malaysia berinisial As diamankan oleh Imigrasi Kelas II Nunukan saat akibat masuk ke Indonesia tanpa melewati pintu resmi keimigrasian.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Kepala Imigrasi Nunukan, Hanton Hazali mengatakan, WNA tersebut kini dalam proses pengecekan administrasi ke konsulat terkait kebenaran data diri WNA yang dalam pengakuannya sebagai warga Malaysia.

Namun dalam keterangan Kepala Imigrasi Kelas II Nunukan, sebelumnya pihaknya juga telah mengamankan dua orang WNA yang masuk ke wilayah Nunukan (Indonesia) dengan perihal yang sama. Sehingga dari tiga orang yang diamankan, dua di antaranya sudah dikonfirmasi ke konsulat dan benar-benar WNA asal Malaysia.

Baca Juga: Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Sedangkan, kata Hanton, satu orang lagi yang baru diamankan masih dalam proses, apakah benar-benar WNA asal Malaysia.

“Ketiga WNA asal Malaysia ini di antaranya adalah dua orang pelimpahan dari Satgas Pamtas RI Malaysia, sedang satuannya yakni SS yang diamankan oleh PMI pada saat di rusunawa. Yang mana kebetulan dia ingin menjemput istrinya pada waktu itu,” kata Hanton saat ditemui di kantornya, Rabu (27/1/2021) sekira pukul 09.30 Wita.

Baca Juga: Melalui Nunukan, 361 TKI Sulsel Asal Malaysia Pulang Kampung

Sementara As ini diduga WNA asal Malaysia yang menempuh pendidikan pesantren di Kota Tarakan dan ingin pulang ke Malaysia. Dari Tarakan dia menuju Sebatik, namun dia tidak membawa identitas pengenal diri. Dia hanya membawa surat yang menunjukkan dirinya dari pesantren saja.

“Walaupun di masa pandemi covid-19, kita akan melihat dari kasus dari pelanggaran dia, apakah dia ini tidak tahu atau memang sengaja. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap tiga WNA asal Malaysia tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: BNN Sebut Nunukan Pintu Masuk Incaran Jaringan Narkoba Internasional

Ketika WNA asal Malaysia ini masih dilakukan penyelidikan dengan unsur pelanggarannya, namun jika ada proses pidana akan dilanjutkan kerana hukum. Namun jika tidak ada, maka akan dipulangkan, tentunya akan menghubungi Konsul Malaysia yang berada di Pontianak.

Yang menjadi permasalahan saat ini adalah pemulangan, karena Pemerintah Malaysia tidak menerima pemulangan. Konsulat Malaysia juga tidak berani datang ke Nunukan dikarenakan pandemi covid-19.

Baca Juga: Iwan Nursyah, Asal Bulukumba Tanpa Kewarganegaraan di Pedalaman Malaysia

“Ini akan menjadi beban kita, namun kita nanti akan minta petunjuk ke pimpinan. Jika nantinya ditemukan unsur pelanggaran pidana, akan kita proses, kalau tidak nanti kita akan konsultasi dengan Konsulat Malaysia. Namun jika tidak ada keputusan, maka kami akan minta petunjuk ke pimpinan, mau diapain 3 WNA asal Malaysia ini. Apakah nanti akan digeser ke rumah detensi di Balikpapan,” terang Hanton. (Ar)

Leave a Reply