Beli Pulau di Selayar, Perempuan Tajir Ini Berurusan Polisi

Perempuan tajir bernama Asdianti harus berurusan dengan polisi usai membeli sebuah pulau dari seorang warga Selayar.

SELAYAR, NEWSURBAN.ID — Asdianti berurusan dengan polisi lantaran membeli sebuah pulau dari seorang warga Selayar, Sulawesi Selatan.

Pulau yang dibeli Asdianti bernama Lantigiang, Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar. Pulau itu, masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate.

Baca Juga: Menuju KEK Pariwisata, Nurdin Abdullah Tinjau Infrastruktur Selayar

Dari penelusuran profil, Asdianti bukan orang sembarangan. Dai profilnya di LinkedIn, Asdianti merupakan Direktur PT Selayar Mandiri Utama dan Takabonerate Dive Resort.

Asdianti juga pernah menjadi sales consultant perusahaan Baso Bali Property. Jika tak heran ia mampu membeli pulau.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Jogging Sambil Bagi Masker di Pantai Bonea Selayar

Ia kerap kali melakukan perjalanan ke luar negeri dan melakukan aktivitas yang tak bisa dilakukan oleh masyarakat biasa.

Pulau itu dibeli Asdianti seharga Rp900 juta. Penjualnya seorang warga Kepulauan Selayar bernama Syamsu Alam.

Kabar yang beredar, Syamsu Alam menjual pulau Lantigiang karena merasa pulau tak berpenghuni itu adalah miliknya.

Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Jeruk Keprok Selayar, Nurdin Abdullah Lakukan Ini

Asdianti pun tertarik membelinya. Sebagai tanda jadi, Asdianti membayar panjar Rp10 juta kepada Syamsu Alam.

Sipenjual mengklaim pulau tersebut miliknya karena dahulu pulau itu dikuasai dan ditinggali oleh neneknya. Padahal, Pulau Lantigiang termasuk dalam kawasan taman nasional.

“Pulau Lantigiang masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (Kepulauan Selayar),” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, Nur Aisyah Amnur, kepada dikutip Kompas, Sabtu (30/1).

Baca Juga: Selayar Bidik Destinasi Wisata Kelas Dunia

Paur Humas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Hasan membenarkan jual beli pulau tersebut.

Menurut Hasan atas jual beli pulau itu, Polisi juga melakukan pemeriksaan kepada tujuh saksi.

“Kami telah memeriksa Kepala Dusun Jinato Asryad. Masih ada saksi yang belum diinterogasi, seperti Kepala Desa Jinato Abdullah dan Sekdes Jinato Rustam,” kata Hasan kepada m. (*)

 

 

Leave a Reply