Gunakan Helikopter, 100 Ton Bantuan Tersalurkan Wilayah Terisolir di Sulbar

Pengiriman bantuan ini menggunakan helikopter cukup efektif, BPN mencatat sudah lebih dari 100 ton bantuan disalurkan hingga hari, Minggu (31/01/2021).

MAMUJU, NEWSURBAN.ID — Pendistribusian logistik menggunakan helikopter ke wilayah terisolir Majene dan Mamuju pasca gempa Magnitudo 6,2 memporak-porandakan Sulawesi Barat (Sulbar).

Pengiriman bantuan ini menggunakan helikopter cukup efektif, BNPB mencatat sudah lebih dari 100 ton bantuan disalurkan hingga hari, Minggu (31/01/2021).

“Sejak awal operasi penanganan darurat hingga saat ini, total barang terdistribusi sebanyak 117.000 kg. BNPB menggunakan helikopter dengan rotor ganda untuk mendistribusikan total berat bantuan 9.600 kg ke Desa Panggalo dan Desa Pangasaan,” ungkap Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Baca juga: Empat Helikopter Dikerahkan Penyaluran Logistik Desa Terisolir di Sulbar

Berbagai helikoter dengan jumlah total bantuan terdistribusi, antara lain Mi-8 berkode RA-24699 sebanyak 65.200 kg (23 sorti), Chinook CH-47D sebanyak 20.200 kg (4 sorti), Eurocopter (EC) 130B4/PK – URR sebanyak 17.100 kg (44 sorti), EC 155/ PK TPF sebanyak 7.300 kg (13 sorti), Super Puma H-3213 dengan total 6.000 kg (6 sorti) dan PK – KIE sebanyak 1.200 kg (4 sorti).

“Sebanyak 14 sorti bantuan didistribusikan dengan beberapa helikopter yang mengudara dari Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju. Helikopter yang beroperasi EC 130B4 sebanyak 5 sorti di wilayah Desa Paku, Desa Pangasaan, Desa Takaurangan, Desa Sambuba, Desa Lomboto Rambu. Total bantuan yang diterjunkan di beberapa desa ini mencapai 1.600 kg,” tutur Raditya.

Baca juga: ACT Kembali Layarkan Kapal Kemanusiaan Bantu Warga Terdampak Gempa Sulbar

Helikopter jenis Mi-8 kode RA – 24699 mengangkut total 9.900 kg bantuan yang terdistribusi ke Desa paku, Desa Lemo-Lemo dan Desa Bambangan. Pendistribusian dilakukan dengan dua kali sorti.

Selanjutnya, helikopter EC 155 dengan 4 sorti menuju Desa Taukong, Desa Popenga dan Lemo-Lemo, Desa Makula dan Desa Kabiraan. Total berat bantuan ke wilayah tersebut mencapai 2.000 kg.

“Selama penanganan darurat gempa M6,2 di Sulawesi Barat, BNPB mengoperasikan empat helikopter yang tidak hanya berfungsi untuk mengangkut barang bantuan tetapi juga survei kerusakan dan mobilisasi personel, termasuk tenaga medis yang dibutuhkan warga di desa-desa terisolir,” jelas Raditya (*)

 

Leave a Reply