Lion Air Akan Gunakan Airbus 330-900NEO, Ini Keunggulannya

Lion Air akan menggubakan Airbus 330-900NEO untuk mengakomodir layanan long haul dengan waktu tempuh lebih dari 13 jam.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Perusahaan maskapai, Lion Air mempersiapkan secara optimal rencana pengoperasian pesawat baru Airbus 330-900NEO.

Persiapan meliputi sumber daya manusia (pilot, awak kabin, teknisi), layanan di darat (ground handling), pusat pelatihan dan hal-hal lain yang terkait.

Lion Air akan menggunakan Airbus 330-900NEO untuk mengakomodir layanan (long haul) atau penerbangan yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 13 jam perjalanan udara tanpa henti jarak jauh.

Baca Juga: Tiket.com Dukung Menparekraf Gercep, Gaspol dan Geber Pulihkan Industri Pariwisata

“Serta memperkuat operasional di pasar penerbangan domestik,” kata Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Minggu, 31 Januari 2021.

Danang menjelaskan, pemilihan pesawat Airbus 330-900 NEO menjadi bagian dari langkah strategis Lion Air dalam mendukung pengembangan bisnis penerbangan berkonsep low cost carrier (LCC) dengan menawarkan tren perjalanan udara jarak jauh (long haul) berkesan.

Konsep itu kata dia, untuk menjawab dinamika kebutuhan permintaan pasar angkutan udara, serta upaya meyakinkan bahwa terbang itu aman.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga: Sektor Pariwisata Harus Bangkit

Danang menguraikan, seluruh armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di dalam kabin dan menyaring lebih dari 99,9 persen jenis virus, kuman, serangga, dan bakteri.

Dalam kabin pesawat ini, udara diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Untuk udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat.

Lanjut Danang, peningkatan kebersihan dan sterilisasi pesawat udara Lion Air secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) yang dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) dan di berbagai basis bandar udara (base station) di mana pesawat Lion Air berada terus dilakukan.

Baca Juga: Efek Corona, Frekuensi Terbang Maskapai Menukik Tajam

Pesawat ini memiliki keunggulan di kelasnya dalam upaya meningkatkan kinerja operasional. Pesawat ini, telah dibekali perangkat modern serta tingkat keandalan yang menghadirkan nilai lebih bagi maskapai dan penumpang.

Di antaranya, menurunkan biaya operasi didukung teknologi generasi baru A350 XWB terlihat dari lekukan ujung sayap (sharklets) rentang hingga 64 meter, 25 persen lebih efisien rasio penggunaan bahan bakar perkursi, aerodinamis, mesin generasi terbaru, sistem baru – teknologi kokpit WI-FI Tablet EFB – layar head-up ganda dalam pencegahan runway overrun serta common type rating (lisensi pilot yang sama).

Baca Juga: ICAO Sebut Virus Corona Lebih Dahsyat dari SARS, Pendapatan Maskapai Hilang Rp70 T

Airbus 330-900 NEO didesain tata letak lorong ganda (double aisle) hingga 436 kursi penumpang, menyediakan kenyamanan kabin paling senyap di kelasnya, menambah fitur utama dari kabin airspace, desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan barang bawaan di kabin.

“Armada Lion Air terus tumbuh dengan pengoperasian jenis pesawat terbaru, Lion Air optimis bahwa peluang atau pasar penerbangan itu masih ada serta terbuka,” ujar dia. (#)

Leave a Reply