Ini Cerita Nono Sebelum Kolonel Basruet Ditemukan Tewas di Pantai Ambon

ILUSTRASI

Kolonel (Purn) Basruet ditemukan warga sempat Alexander Mahulette (57), memakai celana pendek warna hitam dan baju kaos warna hitam kondisi terbaring kaku di atas bebatuan pantai.

AMBON, NEWSURBAN.ID — Jasad Kolonel (Purn) Basruet (76), telah ditemukan di Pantai Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Jenazahnya akan diberangkatkan ke Jakarta pakai pesawat pada Rabu, (03/02/2021) besok.

Kolonel (Purn) Basruet ditemukan warga sempat Alexander Mahulette (57), memakai celana pendek warna hitam dan baju kaos warna hitam kondisi terbaring kaku di atas bebatuan pantai.

“Saksi ini kemudian memberitahukan kepada Deni Tehupuring (56) dan mereka bersama-sama menghubungi anggota Polsek Nusaniwe,” tutur Kapolsek Nusaniwe Iptu Vergie Syahailatua kepada Rakyat Maluku melalui telepon, Selasa (02/02/2021).

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5 Guncang Kota Tual Ambon

Sedangkan keterangan Basarnas Ambon melalui Kepala Seksie Operasi Andry Azwan Henaulu membenarkan temuan tersebut. Korban telah diserahkan ke keluarga Nono Sampono.

“Kita terima laporan kalau ada temuan mayat oleh masyarakat, setelah kami ke lokasi dan lihat teryata itu korban yang hilang saat mandi di pantai Kamiri pada Minggu, 31 Januari 2021,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPD RO Nono Sampono menjelaskan kronologis hilangnya korban di laut. Kata Nono, ia sudah melarang sahabatnya itu ke pantai.

Saat itu, lanjut Nono, Basrue mengalami luka di kaki akibat terjatuh waktu ke Morela, Jumat, 29 Januari 2021.

“Paginya, Sabtu, 30 Januari, kami beruda ngobrol di sini. Kata beliau saya mau berenang, saya bilang ke beliau tidak usah, luka seperti itu cukup dengan bethadine, saya inikan lama di laut jadi tahu persis,” jelasnya kepada wartawan di kediamannya di Dusun Kamiri, Desa Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa, 2 Februari 2021.

Baca Juga: Gempa Beruntun Guncang Ambon, Dua Warga Tertimpa Bangunan

Di Hari Minggu, 31 Januari sebelum korban hilang, mereka berencana mau ke Tulehu menutup turnamen sepakbola. Rombongan di bagi dua.

Nono sendiri sementara korban ini berencana ikut bersama rombongan istri Nono. Saat mau pergi, Barsuet tidak ada dan dilakukan pencarian.

“Malamnya, baru saya tahu kalau beliau tidak ada. Saya dalam perjalanan pulang saya telepon anaknya (Arie) itu. Kebetulan anaknya jadi komandan batalyon Marinir di Medan, saya bilang Arie ada berita begini kamu silahkan lapor ke mama kalau kejadian begini,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Nono Sampono mengisahkan hubungan keduanya. Saat itu di Angkatan Laut, meraka sama-ama di mess. Sebagai senior, Basruet selalu mengarahkan dan mengajari Nono Sampono.

“Awalnya saya berointeraksi sebagai sahabat. Kita sama-sama di mess, hidup bujangan, di situlah kita berkenalan dan kemudian bersahabat sampai saat ini. Kita bersahabat sudah 47 tahun,” tuturnya.

Baca Juga: Kepulauan Aru Maluku Diguncang Gempa Laut 5,2 SR

Dalam perjalanan karier kedua purnawirawan TNI Angkatan Laut ini, ketika berpangkat kolonel, Basruet pun beralih ke Dirjen Perhubungan Laut, sebagai Adpel di Belawan. Sementara Nono melanjutkan kariernya di AL hingga pensiun.

“Saya meneruskan karier di militer sampai selesai, pensiun. Pangkat terakhir Letnan Jenederal dan jadi kepala Basarnas, sebelumnya komandan Marinir, dan lain-lain lah sebagai Komandan Paspamres dan seterusnya,” ujarnya.

Setelah keduanya pensiun, Nono kerap mengajak karibnya itu ke Ambon. Saat berproses untuk maju mewakili Maluku sebagai anggota DPD RI, Kolonel (Purn) Basruet juga ikut ke Maluku.

“Dalam proses ini kami bersahabat baik sekali. Kemana mana saya pergi selalu di ikuti, kemudian selesai pensiun saya dapat jodoh mendapatkan amanah dari masyarakat Maluku untuk menjadi anggota perwakilan DPD. Kemudian pada periode yang lalu saya terpilih sebagai salah satu pimpinan DPD saat itu saya memiliki hakhak untuk ada staf ahli ada staf khusus ada staf pribadi. Beliau (Kolonel (Purn) Basruet ini posisinya sebagai staf pribadi saya,” ungkapnya.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan 5,5 SR Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Saat Maluku untuk kunjungan kerja pimpian DPD RI bersama pemerintah Provinsi Maluku, kata Nono, keduanya berangkat terlebnih dahulu, sementara Ketua DPD RI La Nyala Mataliti dan rombongan dari belakang.

“Ke sini beliau dengan saya dua hari mendahului rombongan ketua dan ada beberapa pimpinan dan anggota DPR yang berkunjung ke Maluku. Kita rapat bersama bapak gubernur dan kegiatabn selama dua hari di sini. Pada hari kedua atau terakhir sesuai dengan jadwal kami meninjau beberapa objek wisata melihat morea di Larike, benteng, gereja, masjid tua di Hila,” sebutnya.

Persoalan yang dialami korban di laut, lanjut Nono Sampono, bukan
pertama kali tapi ini untuk kedua kali. Pertama itu dia dibawa arus dan tidur di tanjung.

“Beliau kalau di laut itu belum bisa. Pernah terjadi beliau ketiduran ketemu di tanjung sana dijemput lagi tidur saya yakin kemampaun beliau di laut tinggi,” pungkasnya. (aa/*)

Leave a Reply