Kemenag Nunukan Terapkan Kartu Nikah Berbasis Website

Kemenag Kabupaten Nunukan mulai menerapkan penerbitan kartu nikah berbasis website. Ini dilakukan untuk memudahkan layanan kepada masyarakat yang ingin menikah.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID — Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah Web) pada November 2018 lalu.

Meski demikian dalam implementasinya belum semua daerah menerapkan. Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hingga saat ini, diketahui baru Kota Tarakan, dan Kabupaten Nunukan yang sudah menerapkan sistem tersebut.

“Sampai saat ini penerapan kartu itu yang sudah kita bagikan baru kepada sepuluh pasangan di Kabupaten Nunukan, dan ini juga perdana,” kata Kepala Kemenag Nunukan, H Saleh kepada Newsurban.id, Senin (8/2/2021).

Baca Juga: Kepala KUA Nunukan: Pandemi Covid-19 Menurunkan Semangat Nikah

Dijelaskannya, pembagian kartu nikah kepada pasangan suami-istri (pasutri) yang melangsungkan pernikahan telah dilakukan di KUA Nunukan, beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, pemberian kartu nikah tidak jauh berbeda dengan blanko e-KTP yang semuanya tergantung pihak pemerintah pusat. “Kita masih kekurangan blankonya. Kan kurang lebih seperti e-KTP itu. Makanya, kita berikan hanya sepuluh pasangan dulu,” katanya.

Pemberian blanko untuk penerbitan kartu nikah bagi seluruh calon pasangan suami-istri di Kaltara, lanjutnya, tergantung penyaluran yang dilakukan oleh pihak Direktorat Jenderl Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Binmas) Kemenag.

Secara bersamaan, Kepala KUA Nunukan, Salahuddin menuturkan, kartu nikah menunjukkan adanya inovasi yang dilakukan Kemenag. Lembaga pemerintah dengan moto “Ikhlas Beramal” ini ingin memudahkan dokumentasi catatan nikah. Keberadaan kartu nikah akan lebih efisien seperti e-KTP, SIM dan dokumen lain yang secara fisik hampir serupa.

“Tapi kartu nikah ini, bukan pengganti buku nikah. Tapi, mereka nanti akan dapat dua-duanya. buku nikah mereka dapat, kartu nikah juga dapat. Nanti itu (kartu nikah) bisa di bawa kemana-mana. Karenakan tidak menutup kemungkinan, buku nikah ini dibawa setiap saat. Makanya dengan adanya kartu nikah ini, sebagai pengganti buku nikah yang tidak sempat dibawa,” Sambung Kepala KUA Nunukan Salahuddin.

Baca Juga: Sosialisasi SKB Pembubaran FPI, Bupati Nunukan: Patuhi dan Jalankan

Ditambahkannya, kartu nikah berisi informasi pernikahan yang bersangkutan, seperti nama, nomor akta nikah, nomor perporasi buku, tempat dan tanggal menikah.

Selain itu juga, akan tertera foto si pemegang kartu beserta dengan pasangannya. Nantinya, di dalam kartu itu juga terdapat kode Quick Response (QR) atau respon cepat yang akan terhubung dengan aplikasi sistem informasi manajemen nikah (Simkah) Lanjut dia lagi, walaupun hingga saat ini, pembagian surat nikah itu di Kabupaten Nunukan baru hanya kepada 10 Pasutri, tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan pembagian secara terus-menerus kepada Pasutri yang baru melakukan pernikahan.

“Kita pasti upayakan, Pasutri lainnya juga bisa kita berikan. Supaya seluruh Pasutri di Nunukan yang telah menyelenggarakan pernikahan dan tercatat di Kementerian Agama dapat menerima Kartu Nikah tersebut,” pungkasnya. (Ar)

One thought on “Kemenag Nunukan Terapkan Kartu Nikah Berbasis Website

  1. Pingback: DPRD Nunukan Laporkan Pegawai 9 OPD Langgar Aturan | Newsurban

Leave a Reply