Tolak Dakwaan JPU, Iwan Setiawan Sebut Tidak Mencemarkan Nama Baik Melainkan Mengkritik Gubernur

Membacakan eksepsi di persidangan, di Pengadilan Negeri Tarakan, Iwan Setiawan, menolak dakwaan JPU atas sangkaan pencemaran nama baik Irianto Lambrie. Kasus itu bergulir saat pelapor masih berstatus gubernur Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR, NEWSURBAN.ID — Terdakwa Iwan Setiawan disidangkan dalam kasus dugaan pencemaran nama baik atas laporan Irianto Lambrie. Iwan dilaporkan, saat Irianto masih berstatus petahana gubernur Kalimantan Utara.

Dalam persidangan, Senin (22/2/2021), Iwan yang didampingi tiga kuasa hukumnya, menolak dakwaan JPU yang menuntutnya dengan pasal berlapis.

Iwan menganggap yang dia lakukan adalah bentuk kritik kepada pemerintah, tidak bermaksud memfitnah, tidak pula sengaja menyerang kepada pribadi pelapor.

Baca Juga: Kapolri Minta Penyidik Tegas Bedakan Kritik, Hoaks, dan Pencemaran Nama Baik

Iwan juga mengaku postingannya yang dijadikan alat bukti, sebelumnya sudah beredar di publik. “Faktanya, yang saya posting itu, sudah diketahui oleh orang banyak. Dan itu sifatnya kritikan terhadap gubernur,” katanya.

Dia mengaku memposting kritikan itu, karena dia merasa punya tanggung jawab moral. “Karena saya termasuk tim sukses beliau (Irianto Lambrie) pada Pemilu sekitar lima tahun lalu,” beber Iwan.

Pada persidangan sebelumnya, JPU mendakwa Iwan dengan pasal berlapis. Yakni pasal 27 ayat (3), pasal 45 juncto pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 19/2016 tentang Perubahan atas UU nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 310 KUHP tentang penistaan, dan pasal 311 ayat (1) KUHP tentang perbuatan fitnah.

Sangkaan fintah dan pencemaran nama baik Irianto Lambrie, bermula dari postingan Iwan melalui akun Facebook miliknya. Ia postingan itu isinya mengkritik Irianton Lambrie sebagai gubernur Kaltara.

Baca Juga: Wacana Revisi UU ITE, DPR RI Sarankan Kapolri Siapkan Pedoman

Salah satu kritikannya adalah pengangkatan anak pelapor menjadi duta imunisasi, duta literasi, dan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kalimantan Utara.

Dengan unggahan itu, Iwan menganggap, tidak unsur dan niat memfitnah atau melakukan penghinaan terhadap pelapor. “Saya tidak ada niat untuk menghina beliau. Saya hanya mengkritik kebijakannya,” kata Iwan.

Namaun oleh Irianto Lambrie postingan itu dianggap fitnah dan menyerang nama baiknya sebagai pejabat publik. (Ar/*)

Leave a Reply