Sikapi SE Kapolri, Djusman AR: Itu Perintah, Penyidik Wajib Segera Menerapkan

Mennyikapi Surat Edaran Kapolri terkait UU ITE, penggiat antikorupsi Djusman AR mendesak Penyidik Polri agar lebih tanggap, –segera menerapkan dan menyelesaikan laporan ujaran kebencian maupun aduan pencemaran nama baik yang sudah berjalan. Kata Djusman, itu perintah Kapolri atas instruksi Presiden.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR mengatakan, SE Kapolri atas penerapan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) adalah kebijakan yang sangat bagus, konstruktif, dan tegas.

Menurut Djusman, terbitnya SE dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga merupakan bentuk respons cepat atas pernyataan Presiden terkait UU ITE.

Baca Juga: Kapolri Minta Penyidik Tegas Bedakan Kritik, Hoaks, dan Pencemaran Nama Baik

“Tentunya SE tersebut diharapkan dapat menjadi panduan dalam penerapan UU ITE yang mengedepankan aspek restoratif justice dan dapat menjadi trigger agar pelaksanaannya memenuhi rasa berkeadilan”, kata Djusman di Makassar, Kamis malam (25/2/2021).

Agar tidak terjadi diskriminasi dan equal treatment, lanjut Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Koordinator Badan Pekerja Komite itu, maka laporan terkait ujaran kebencian dan pencemaran nama baik harus diselesaikan merujuk SE tersebut.

Bukan hanya itu, kata dia, begitu pula terhadap tersangka yang telah meminta maaf tidak perlu dilakukan penahanan. Begitu pula misalnya yang masih berstatus terlapor, Djusman menambahkan, pihak penyidik bisa mengarahkan menempuh upaya mediasi atas kesepakatan bersama.

Baca Juga: Kerap Bikin Gaduh, Azis Syamsuddin: Revisi UU ITE Layak Masuk Prolegnas 2021

“Dan yang terpenting pula, SE dapat merubah persepsi publik bahwa proses hukum tidak tajam kebawah dan tumpul keatas sehingga menyentuh aspek keadilan masyarakat tanpa terkecuali,” tutur Djusman yang juga Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar.

Secara umum, Djusman menilai, SE tersebut bagus, konstruktif dan tegas. “SE ini, menekankan kepada penyidik agar mampu membedakan mana kritik, masukan, hoaks dan pencemaran nama baik. Meski demikian, surat edaran pada dasarnya sebagai petunjuk pelaksanaan suatu kebijakan tetap bukan merupakan peraturan”, tutupnya. (#)

2 thoughts on “Sikapi SE Kapolri, Djusman AR: Itu Perintah, Penyidik Wajib Segera Menerapkan

  1. Pingback: Polisi Tangkap Seorang Buruh Bangunan, Dilapor Menghina Bupati Bone | Newsurban

  2. Pingback: Polisi Tahan Tersangka Pelaku Dugaan Pencemaran Nama Baik Bupati Bone | Newsurban

Leave a Reply