Rakor, Forkopimda Sulteng dan BNPT Gagas Sinergitas Cegah Terorisme

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah bibit-bibit terorisme. Di Sulawesi Tengah, Forkopimda bersama BNPT membangun sinergitas antar Kementerian/Lembaga (KL).

PALU, NEWSURBAN.ID — Gubernur Sulawesi Tengah melalui Pj Sekertaris Daerah Prov Sulawesi Tengah Mulyono didampingi Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan Kemenkopolhukam, Marsma Madya TNI Andi M Taufik membuka rakor sekaligus membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah Diruang polibu Kamis,25/2/2021

Pada kesempatan Mulyono mengatakan, jika dicermati kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, dapat dilihat dan rasakan bahwa ancaman dalam bentuk konflik sosial dan terorisme di masyarakat secara nasional masih sering terjadi.

Baca Juga: Pisah Sambut Kepala BPK Sulteng, Gubernur Longki Sampaikan Duka Cita

Lanjut dia, saat ini ada trend, masyarakat lebih memilih cara penyelesaian dengan melakukan tindakan anarkis dan kekerasan dalam menyampaikan pendapatnya. Kecenderungan itu, akhirnya dapat bermuara pada konflik sosial, serta ditambah lagi ancaman teroris yang juga meresahkan masyarakat.

“Oleh karena itu sangatlah penting bagi seluruh aparat pemerintah termasuk tni, polri, BNPT, Dan Kemenko Polhukam serta unit kerja pemerintah terkait lainnya untuk dapat bersinergi melalui koordinasi dan sinergitas dalam mencegah dan mengatasi segala bentuk ancaman yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Menyikapi fenomena itu, Pemprov Sulteng kata dia, mengambil langkah-langkah strategis. Yaitu dengan menindaklanjuti peraturan pemerintah Ri nomor 2 tahun 2015 tentang peraturan pelaksanaan uu no 7 dan peraturan menteri dalam negeri nomor 42 tahun 2015 tentang pelaksanaan koordinasi penanganan konflik sosial.

Baca Juga: Gubernur Longki Besok Lantik Enam Pasang Kepala Daerah, Begini Prosedurnya

“Maka dari itu Berdasarkan perundang-undangan tersebut kepala daerah mulai dari gubernur sampai dengan bupati/walikota keterlibatan semua unsur terkait termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, jajaran pemerintah kabupaten/kota serta semua pihak termasuk kemenko polhukam sangatlah dibutuhkan,” tuturnya.

Pemprov Sulteng juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatiannya untuk menjaga stabilitas keamanan dan keberlanjutan pembangunan daerah ini.

“Harapan saya rencana aksi nasional penanggulangan terorisme di sulawesi tengah tahun 2021 dapat terus berlanjut dengan harapan kementerian/lembaga dapat konsisten melaksanakan kegiatannya di Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Baca Juga: Rakor Vaksinasi Covid-19, Gubernur Longki Minta Distribusi Vaksin Ditingkatkan

Kepala BNPT Bangbang Surono yang menjadi narasumber menyampaikan, Kementerian/Lembaga meningkatkan kesadaran untuk bersama menanggulangi kejahatan terorisme dan radikalisme di Indonesia serta bersinergi dengan kuat untuk pelaksanaan program ini.

“Kesadaran untuk menanggulangi kejahatan terorisme dan radikalisme merupakan tanggung jawab kita semua. Terorisme sudah memasuki fase serius, bukan lagi extraordinary crime, itu artinya bahwa ancaman terorisme dan radikalisme sudah ada di tengah-tengah kita,” ujarnya.

Bangbang Surono menyebutkan, sebanyak 425 kegiatan fisik dan non fisik telah selesai dilaksanakan Tim Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga di tahun 2019. Dalam penyusunan rencana aksi sinergisitas di tahun 2021. Tim Sinergisitas 38 K/L menyampaikan beberapa kebutuhan di daerah atau wilayah sasaran yang dibutuhkan dari instansi yang tergabung, guna mendapatkan masukan serta saran dari kebutuhan yang akan dilaksanakan. (hms/ysf)

Leave a Reply