Wawali Palu Renny Lamadjido: Belajar Tatap Muka Bisa Dilakukan Jika Guru Sudah Divaksin

Program vaksinasi guru dan tenaga pendidik menjadi salah satu syarat membuka program pembelajaran tatap muka.

PALU, NEWSURBAN.ID — Wakil Walikota (Wawali) Palu Reny A Lamadjido, mengatakan, jika tidak ada kendala vaksinasi COVID-19 untuk guru dan tenaga pendidik di Kota Palu akan memberikan optimisme kembali pulihnya proses belajar mengajar tatap muka.

Dia menekankan, pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan jika sudah memenuhi persyaratan. Salah satunya kata dia, semua guru dan tenaga kependidikan divaksin. “Itu akan kita lakukan sesegera mungkin,” ujar Renny di ruang kerjanya, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Gercep, Hadianto-Renny Fokus Benahi Enam Sektor

Renny juga meminta agar data guru dan tenaga pendidik disiapkan dengan. Sehingga vaksinasi untuk sektor pendidikan ini berjalan baik dan tepat sasaran.

“Jika semua sudah siap, maka proses vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Agar proses belajar mengajar secara tatap muka bisa diwujudkan,” terang Renny.

Renny membahas program vaksinasi guru dan tenaga kependidikan bersama Asisten Pemkot Palu Moh Rivani, Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palu dr Luthfia dan staf Dinkes Kota Palu.

Baca Juga: Hadianto-Renny Ajak Seluruh Komponen Gerak Cepat Membangun Kota Palu

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan 21 syarat pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

21 Syarat tersebut adalah:

  1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih yang layak (sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer; disinfektan).
  2. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
  3. Kesiapan menerapkan wajib masker.
  4. Memiliki thermogun.
  5. Memiliki pemetaan warga satuan pendidika.
  6. Memiliki comorbid yang terkontrol.
  7. Memiliki akses transportasi yang aman.
  8. Memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang. terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.
  9. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali.
  10. Jaga jarak minimal 1,5 meter.
  11. Kapasitas maksimal sekitar 50% dari rata-rata kelas. Untuk PAUD 5 orang (dari standar 15 peserta didik), SD-SMP 18 orang (dari standar 36 peserta didik), Sekolah Luar Biasa 5 orang (dari standar 8 peserta didik).
  12. Melakukan sistem bergiliran.
  13. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah.
  14. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau gunakan hand sanitizer.
  15. Menjaga jarak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik.
  16. Menerapkan etika batuk/bersin.
  17. Kondisi medis warga satuan pendidikan harus sehat dan jika mengidap comorbid, harus dalam kondisi terkontrol.
  18. Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk pada orang yang serumah dengan warga sekolah.
  19. Kantin sekolah diperbolehkan beroperasi dengan protokol kesehatan untuk daerah yang menerapkan aturan kenormalan baru, sedangkan untuk masa transisi tidak diperbolehkan.
  20. Kegiatan olahraga pada daerah yang dalam masa transisi tidak diperbolehkan, sedangkan pada daerah yang menghadapi kenormalan baru diperbolehkan kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak.
  21. Untuk daerah pada masa transisi, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain selain belajar mengajar, contohnya orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua murid, dan lainnya. Sedangkan untuk daerah yang menerapkan kenormalan baru, diperbolehkan. (ysf)

One thought on “Wawali Palu Renny Lamadjido: Belajar Tatap Muka Bisa Dilakukan Jika Guru Sudah Divaksin

  1. Pingback: Kabar Baik, Pemkot Palu Siap Buka Sekolah Tatap Muka | Newsurban

Leave a Reply