Telusuri Dugaan Persekongkolan Politik, PDIP Belum Putuskan Status Nurdin Abdullah di Partai

Prof HM Nurdin Abdullah

PDI Perjuangan belum memutuskan status Nurdin Abdullah (Gubernur Sulsel non aktif) di partai. PDI Perjuangan masih menulusuri dugaan persekongkolan politik yang membuat Nurdin Abdullah ditangkap KPK.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Berstatus tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan belum menetapkan status Nurdin Abdullah di partai. DPP PDIP masih menunggu hasil asesmen tim hukum.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, saat ini tim hukum masih menelusuri kasus dugaan gratifikasi terkait pengadaan barang, jasa, dan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan yang disangkakan kepada Nurdin Abdullah. PDIP menduga ada persekongkolan politik dalam perkara Nurdin.

Baca Juga: KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bersama Lima Orang

“Tim bantuan hukum kami masih terus memonitor. Ada dugaan ‘persekongkolan politik’ di balik kasus ini. Jadi kami menunggu asesmen tim yang kami bentuk,” ujar Hendrawan, Rabu (3/3/2021).

Namun Hendrawan tidak menjelaskan secara rinci dugaan persekongkolan politik dalam perkara Nurdin. Dia hanya menegaskan, banyak pihak yang mengincar posisi Nurdin sebagai Gubernur Sulsel.

“Pada jabatan-jabatan penting sebenarnya harus disadari, bahwa banyak orang mengincar jabatan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga: Jubir NA: Pak Nurdin Abdullah Dijemput, Bukan Tertangkap dalam OTT

Sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan Nurdin Abdullah, mengaku tak pernah menerima gratifikasi sebagaimana yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Hasto, Nurdin merupakan salah satu sosok pejabat yang baik, sehingga banyak pihak kaget ketika mendengar kabar penangkapan.

Selain itu, lanjut dia, Nurdin juga pernah mendapatkan penghargaan Mohammad Hatta Award (Bung Hatta Anti Corruption Award).

Baca Juga: KPK Sebut Kemungkinan Ada Kasus Korupsi Disetop Tahun Ini

Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus juga mempertanyakan istilah operasi tangkap tangan (OTT) yang disematkan KPK dalam operasi penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

Deddy menilai, OTT KPK terhadap Nurdin Abdullah itu janggal. Pasalnya kata Deddy dalam operasi itu, Nurdin Abdullah tidak sedang tertangkap tangan melakukan praktik korupsi.

Penangkapan dilakukan KPK saat Nurdin sedang terlelap di kamar rumahnya. “KPK menyatakan itu OTT, tapi kenyataannya Prof Nurdin sedang tidur. Jadi lebih tepat dikatakan Operasi Tangkap Tidur,” ujar Deddy Sitorus, Minggu (28/2).

Baca Juga: KPK Tengah Sidik Kasus Baru Dugaan Suap di Kemenkeu

Deddy pun menegaskan, OTT yang dilakukan KPK patut dipertanyakan. Deddy menduga ada upaya politik untuk menjatuhkan Nurdin Abdullah.

Dia pun mengakui, Nurdin Abdulah meupakan seorang pemimpin yang sudah teruji dalam menjaga disiplin diri. Deddy berharap kasus yang menimpa Nurdin saat ini, murni semata-mata kasus hukum dan bukan dalam rangkaian menjatuhkan Nurdin secara politik.

“Jikapun beliau lalai atau terjebak dalam pusatan kasus ini, kami ingin melihat bahwa ini adalah kasus yang semata-mata demi hukum dan keadilan,” tegas Deddy Sitorus.

Baca Juga: Usai Kasus Infrastruktur, Djusman AR Minta KPK Tindaklanjuti Kasus Bansos dan Refocusing APBD di Sulselbar

Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah ditangkap KPK pada Jumat malam (26/2). KPK menduga Nurdin menerima Rp2 miliar dari pihak swasta, Agung Sucipto alias Anggung, seorang kontraktor asal Kabupaten Bulukumba.

Anggug oleh KPK disangka memberikan uang itu kepada Nurdin melalui Sekretaris Dinas PUPR Sulsel Edy Rahmat dengan niat agar mendapatkan kembali proyek infrastruktur pada tahun ini. KPK juga menduga Nurdin menerima Rp3,4 miliar terkait proyek lain. (*)

2 thoughts on “Telusuri Dugaan Persekongkolan Politik, PDIP Belum Putuskan Status Nurdin Abdullah di Partai

  1. Pingback: Politikus NasDem dan Gerindra Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Nurdin Abdullah | Newsurban

  2. Pingback: Dua Politikus Makassar Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap Nurdin Abdullah | Newsurban

Leave a Reply