Gercep, Sandiaga Bersama Wakil Dubes Malaysia Bahas Travel Corridor Arrangement

Membuka kembali perbatasan Indonesia dan Malaysia dinilai salah satu cara menggairahkan pariwisata. Karena itu, otoritas kedua negara membahas travel corridor arrangement.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Pengaturan perjalanan koridor (travel corridor arrangement) dibahas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam rapat dengan Wakil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Adlan Mohd Shaffieq, dan Minister Counsellor Tourism, Roslan Othman.

Rapat itu digelar dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Malaysia pada 5 Februari 2021 lalu terkait pembukaan kembali perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Baca Juga: Sandiaga Ajak Seluruh Kepala Disparekraf Gercep Benahi Sektor Pariwisata dan Ekraf

“Kita sepakat untuk menerapkan skema Reciprocal Green Lane (RGL) atau Travel Corridor Arrangement (pengaturan perjalanan koridor),” kata Sandiaga melalui akun instagramnya, @sandiuno.

Sandi berharap langkah tersebut, dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, membuka kembali lapangan kerja secara luas.

“Jika kita melihat jumlah wisatawan dari Malaysia ke Indonesia sangat banyak, dan begitupun juga sebaliknya, saling menguntungkan,” jelasnya.

Baca Juga: Tiket.com Dukung Menparekraf Gercep, Gaspol dan Geber Pulihkan Industri Pariwisata

Kemenparekraf juga telah menyusun strategi jangka menengah-panjang untuk memulihkan pariwisata Indonesia. Pemerintah akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan di Asia Tenggara. Hal ini dikemas dalam konsep quality and sustainable tourism.

Destinasi jangka menengah-panjang akan memiliki standar yang sama dengan lima destinasi super prioritas yang tengah digodok saat ini.

Tujuannya, tak lain guna menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara. Pemerintah juga berencana membangun berbagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi baru terbarukan. (*)

Leave a Reply